Petani di Kawalu Tasikmalaya Sepekan Bisa Hasilkan 3 Ton Pepaya, Masih Jauh dari Permintaan Pasar

Jenis pepaya yang ditanam di lahan para petani di Kelurahan Urug adalah varietas pepaya berasal dari California atau biasa disebut pepaya calina.

Petani di Kawalu Tasikmalaya Sepekan Bisa Hasilkan 3 Ton Pepaya, Masih Jauh dari Permintaan Pasar
tribunjabar/isep heri
Sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani Kelurahan Urug tengah memanen pepaya jenis calina di Kampung Sinarjaya, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu (7/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Meski saat ini produksi pepaya di Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya dinilai cukup tinggi, para petani mengaku belum bisa memenuhi permintaan pasar.

Ketua Gapoktan Kelurahan Urug, Momon (43) mengatakan, para petani yang berjumlah 25 orang ini setiap minggunya bisa menghasilkan tiga ton pepaya.

Sedangkan permintaan pasar bisa mencapai puluhan hingga ratusan ton.

Saat ini produksi pepaya di kebunnya naik hingga 200 persen setelah mendapatkan pendampingan dari produsen pupuk ternama.

Baca: Belum Disepakati, TPPS Pasar Cihaurgeulis Kota Bandung Segera Dibangun, Polisi Pun Berjaga-jaga

Menurut Momon, di lahan miliknya sekira dua hektare setiap minggunya bisa memanen pepaya sebanyak empat kwintal.

"Setelah ada pendampingan dari PT Pupuk Kujang dan memakai pupuk non subsidi, produk pepaya yang biasa harus menunggu waktu 6-7 bulan hanya memerlukan waktu 5 bulan saja, sudah bisa dipanen" Kata Momon saat ditemui di kebunnya di Kampung Sinarjaya, Kelurahan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu (7/2/2018).

Ia mengatakan, Jenis pepaya yang ditanam di lahan para petani di Kelurahan Urug adalah varietas pepaya berasal dari California atau biasa disebut pepaya calina.


"Alasan pemilihan jenis pepaya calina karena jika memakai bibit jenis lainnya peminat di pasaran itu kurang laku," jelasnya.

Momon mengatakan, harga jual pepaya jenis ini dari petani seharga Rp 2.700 hingga Rp 3.000 per kg.


Menurut momon, saat ini sudah ada bantuan dari pemerintah daerah berupa bibit dan pupuk untuk lahan dua hektare tersebut.

"Mudah-mudahan ke depannya ditambah lagi dan sering dilakukan pelatihan bagi para petani sehingga produktivitas terus meningkat dan bisa memenuhi permintaan pasar," katanya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved