Pemkab Tasikmalaya Ajak Elemen Pondok Pesantren Tanggap Bencana

Acara yang dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum ini juga dihadiri oleh 225 perwakilan pesantren yang ada di Tasikmalaya.

Pemkab Tasikmalaya Ajak Elemen Pondok Pesantren Tanggap Bencana
TRIBUN JABAR/ISEP HERI
Suasana pelatihan pengurangan risiko bencana berbasis pondok pesantren di Aula Pendopo Lama Kabupaten Tasikamalaya, Rabu (7/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mengadakan pelatihan kepada elemen pondok pesantren tanggap bencana di Gedung Pendopo Lama, Rabu (7/2/2018).

Acara yang dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum ini juga dihadiri oleh 225 perwakilan pesantren yang ada di Tasikmalaya.

Program tersebut digelar bertujuan agar santri dan kiai turut serta dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengatakan penyertaan ulama dan santri dalam rangka perhatian penuh Pemkab.

Baca: Marak Berita Hoaks Tentang Kejahatan Terhadap Ustaz, Ini Kata Syaikhu Saat Berada di Cimahi

Sebab wilayah Kabupaten Tasik ditakdirkan rawan bencana meliputi gempa, tsunami, banjir, dan gunung berapi.

"Masuk rawan bencana di tingkat provinsi dan nasional. Buktinya libatkan santri dan para kiai di samping tagana, BPBD. Bencana harus dikeroyok dalam penanggulangannya karena tidak semua elemen masyarakat cukup dengan bantuan pemerintah tapi kalau dikeroyok ormas, santri, ulama maka akan terbantu. Orang yang dirundung duka harus dibantu," katanya pada wartawan.

Ia menyatakan agar para santri bisa ikut membantu pertolongan dan evakuasi saat terjadi bencana. Para santri, kata dia, diharapkan juga ikut membantu mengurangi potensi bencana. Salah satu caranya dengan menjaga kualitas lingkungan tetap astri.

"Ulama perannya tak hanya pertolongan tapi nasihat agar yang dilanda bencana sabar. Beda disuruh sabar oleh orang biasa dan sama kiai. Kalau sama kiai akan diterima hati nurani masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian menyebut pelatihan santri dan ulama tanggap bencana dilangsungkan selama satu hari. Sepanjang pelatihan, dijelaskan tentang potensi bencana dan cara penanganannya.

"Dengan pelatihan ini maka Ponpes terpanggil untuk bantu penanganan bencana. Bantu masyarakat yang terdampak bersama kami (BPBD)," ucapnya.

Khusus dalam pelatihan kali ini, pihak BPBD menyertakan perwakilan Ponpes dari tiap kecamatan. Diharapkan perwakilan tersebut akan menularkan pengetahuan tanggap bencana ke santri lainnya

BPBD menargetkan 5-6 Ponpes di tiap Kecamatan dari total 39 Kecamatan yang tanggap terhadap bencana nantinya. (*)

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved