TribunJabar/
Home »

Garut

Pelaku Pembunuhan Ibu Hamil di Garut Peragakan 16 Adegan Rekonstruksi

Kepolisian Resor Garut menggelar rekontruksi pembunuhan terhadap seorang ibu hamil. . .

Pelaku Pembunuhan Ibu Hamil di Garut Peragakan 16 Adegan Rekonstruksi
hakim baihaqi/tribun jabar
FN (28) tersangka pembunuhan ibu hamil di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, diringkus aparat kepolisian Polres Garut. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Kepolisian Resor Garut menggelar rekontruksi pembunuhan terhadap seorang ibu hamil yang terjadi pada Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, di Mapolres Garut, Jalan Jend Sudirman, Rabu (7/2/2018).

Tersangka pembunuhan, Faiz Nurdin (28), saat itu hadir dalam rekontruksi pembunuhan tersebut dan seorang anggota polisi menjadi IA, ibu hamil yang dibunuh oleh Faiz.

Dalam rekontruksi ini, ada 16 kejadian yang disaksikan langsung oleh Satreskrim Polres Garut dan Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna.

"16 kejadian tersebut berawal dari sebelum hingga kejadian tindakan pembunuhan," kata Budi di Mapolres Garut.

Inilah 16 adegan rekontruksi pembunuhan yang dilakukan oleh Faiz kepada IS karena kesal ditanyai kapan menikah

1. Tersangka saat ini mengendarai kendaraan roda dua hendak menuju nenek tersangka yang tak jauh dari rumahnya.

2. Tersangka saat itu mendapati korban tengah duduk di depan rumahnya kemudian berhenti

3. Melihat tersangka berhenti, korban kemudian menyapa dan tersangka pun memberhentikan kendaraannya, selain itu korban menanyakan kemana serta menanyakan pula kapan menikah

4. Kemudian, tersangka melanjutkan perjalanan ke rumah neneknya, setiba di rumah neneknya, tersangka pun langsung memarkirkan kendaraanya di teras rumah.

5. Setibanya di rumah tersebut, kemudian tersangka mengobrol dengan orang yang berada di rumah dan meminta makan.

6. Mendengar suara adza maghrib, kemudian korban berpamitan untuk mandi dan menunaikan salat magrib, serta dendam ingin menghabisi nyawa korban.

7. Tersangka berjalan ke rumah korban

8. Setiba di rumah korban, tersangka pun lalu mengetuk pintu rumah korban dan mengajak korban untuk mengobrol.

9. Setelah berada di dalam rumah, tersangka disuguhi minum dan mengobrol terkait biaya pembangunan rumah.

10. Korban hendak mengambil sesuatu dalam kamar dan korban lalu berdiri, kemudian mendorong korban hingga terjatuh.

11. Korban yang terjatuh kemudian dicekik oleh tersangka.

12. Saat dicekik korban melakukan perlawanan, yakni mencoba mencolok mata tersangka.

13. Kemudian, tersangka menginjak leher korban.

14. Setelah itu korban memeriksa keadaan korban.

15. Selanjutnya, setelah tahu korban tewas, kemudian tersangka mengambil uang 800 ribu rupiah dan satu buah telepon genggam milik korban.

16. Tersangka yang membawa uang 800 ribu dan telepon genggam kemudian melarikan diri ke Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Faiz Nurdin (28) tersangka kasus pembunuhan terhadap ibu hamil di Garut, ditangkap aparat kepolisian di Kalideres, Jakarta, Sabtu (27/1/2018) dini hari.

Sebelum Faiz tertangkap, polisi sempat mencari pelaku di Terminal Kampung Rambutan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Aparat kepolisian kemudian menerima informasi Faiz sudah berada di Terminal Kalideres pada Sabtu (26/1/2018) dini hari.

"Ia berhasil diamankan di depan pintu air 2," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Senin (29/1/2018).

Sebelum pembunuhan terjadi, IA (31) korban pembunuhan saat itu tengah berdiam diri di depan rumah sambil bertanya kepada Faiz yang saat itu melintas di depan rumahnya di Kampung Pasirjonge, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jumat (19/1/2018).

Diketahui, saat itu IA melontarkan ucapan kepada Faiz, "Geura kawin, era ku batur. Batur mah geus boga budak, ai maneh teu kawin-kawin (Cepat kawin, malu sama orang lain. Orang lain sudah punya anak, kamu tidak kawin-kawin, red)"

Merasa sakit hati atas ucapan korban pada siang hari itu, pada malam harinya FN kemudian berpura-pura bertamu ke rumah korban‎. Tersangka pun masuk ke dalam rumah, setelah dipersilakan masuk oleh korban.

Saat korban masuk ke dalam kamar, Faiz mengikutinya dan mendorong IA hingga jatuh tersungkur ke atas ranjang.

Selanjutnya, Faiz mencekik IA sekuat tenaga dan menggigit jari IA karena memberikan perlawanan saat sedang dicekik.

Untuk memastikan IA sudah tidak berdaya akibat cekikan tersebut, Faiz pun menginjak leher korban hingga tidak bernapas lagi.

Kemudian, Faiz pun mengambil barang-barang milik korban yakni uang Rp 800 ribu dan satu unit ponsel.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help