Makna Di Balik Tarian 17 Perempuan Inggit Garnasih

Sesekali mereka terhenti untuk menari. Sekira puluhan penari berjalan dan perempuan yang berada di depan terlihat membawa foto Inggit Garnasih.

Makna Di Balik Tarian 17 Perempuan Inggit Garnasih
Tribun Jabar/Ery Chandra
Penampilan street art performance 17 penari perempuan untuk Inggit Garnasih, Minggu (5/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kelompok Anak Rakyat (Lokra) menceritakan filosofis dan pesan yang terkandung dalam kegiatan "Street Art Performance 17 Penari Perempuan untuk Inggit Garnasih".

Inggit merupakan salah satu sosok istri kedua dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau akrab disapa Bung Karno.

Tarian yang menggambarkan sosok Inggit Garnasih dilakukan seperti parade.

Mulai dari Rumah Bersejarah Ibu Inggit Garnasih menuju SR Iboe Inggit Garnasih itu ditempuh dengan berjalan kaki oleh 17 penari perempuan itu sambil menari. 

Baca: Eks Personel God Bless, Yockie Suryoprayogo Meninggal Dunia, Warganet Ucapkan Doa

Sesekali mereka terhenti untuk menari. Sekira puluhan penari berjalan dan perempuan yang berada di depan terlihat membawa foto Inggit Garnasih.

Koordinator Kelompok Anak Rakyat (Lokra) Kota Bandung, Gatot Gunawan (27), mengatakan angka 17 dari penari tersebut menunjukkan sebuah simbol dari angka kelahiran sosok Inggit Garnasih yang lahir pada 17 Februari 1888.

Baca: Sambut Kedatangan Persib Bandung, Bobotoh Menunggu Sejak Subuh di Stasiun Semarang

"17 sendiri simbol dari angka lahir bu Inggit makanya mengambil itu. Supaya mereka sendiri mengekspresi sosok bu inggit sesuai ekspresi mereka masing-masing," ujar Gatot kepada Tribun Jabar, di Jalan Liogenteng Aula RW 05, Kota Bandung, Minggu (4/2/2018).

Gatot menuturkan, pada saat 17 perempuan tersebut tengah menari dipadu dengan menggunakan latar lagu berjudul wanita yang dinyanyikan oleh penyanyi Afghan. Merupakan soundtrack film Soekarno yang menceritakan sosok Inggit Garnasih dan Fatmawati.

Baca: VIDEO: Kerennya Para Penari One Dance Academy, Menyampaikan Pesan Soal Kehidupan Lewat Tarian

"Sosok perempuan yang ada dikehidupan Bung Karno dikala film Soekarno itu. Settingnya sampai tahun 1943. Musik itu buat pelengkap saja. Pesannya yang utama melalui gerakan tari pas dari rumah bu inggit sanpai jalan kesini tadi. Masyarakat minimal dibulan febuari tahu ada Bu Inggit," kata dia.

Ia berharap, dari kegiatan tersebut supaya generasi muda terutama kepada anak-anak agar tidak melupakan spiritnya Inggit Garnasih dan tetap supaya hidup untuk kedepannya.

"Karena letak rumah Bu IIggit kan bukan sembarangan ya. Bu Inggit dan Soekarno berjuang disitu," ujarnya. 

Penulis: Ery Chandra
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help