TribunJabar/

Bukan Hanya Masalah di Otak, Ahli Bedah Ungkap Fakta Lain Soal Meninggalnya Guru yang Dianiaya Murid

Aksi kejam murid SMA yang nekat aniaya gurunya sendiri hingga tewas masih menyisakkan duka mendalam di dunia pendidikan Tanah Air

Bukan Hanya Masalah di Otak, Ahli Bedah Ungkap Fakta Lain Soal Meninggalnya Guru yang Dianiaya Murid
facebook
MH (17) memukul guru bidang seni rupa bernama Ahmad Budi Cahyono (26) hingga meninggal dunia di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, pada hari Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 21.40 WIB. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Aksi kejam murid SMAN 1 Torjun yang nekat aniaya gurunya sendiri hingga tewas masih menyisakkan duka mendalam di dunia pendidikan Tanah Air.

Berdasarkan kabar terbaru, ternyata Achmad Budi Cahyono meregang nyawa tidak hanya akibat dipukuli anak didiknya sendiri.

Rupanya ada faktor lain yang membuat sang guru honorer tidak dapat bertahan hidup.

Dikutip wartawan Grid.ID dari Kompas.com, Spesialis bedah kepala dan leher di RSU Dr. Soetomo Surabaya, Dr. Urip Mertedjo mengungkapkan Budi meninggal karena telah mengalami sesuatu yang fatal.

Alumnus Universitas Negeri Malang tersebut diduga mengalami patah tulang leher akibat penganiayaan yang dilakukan muridnya.

"Karena dalam tulang leher terdapat syaraf pembuluh darah dan saluran pernafasan yang langsung terhubung ke otak," ungkapnya pada hari sabtu (3/2/2018).

Sang dokter menduga, ada benturan yang sangat keras di bagian leher, hingga membuat patah.

"Mungkin saat mendapat pukulan dari muridnya, sangat keras sehingga berakibat fatal," lanjut sang dokter yang juga Ketua Forum Pers RSU Dr. Soetomo Surabaya.

Meski demikian, sebenarnya bukan hanya karena faktor ini saja yang menyebabkan sang guru kehilangan nyawanya.

Dikutip wartawan Grid.ID dari Surya, diduga tenaga pendidik yang mengajar seni lukis juga lamban ditangani.

Halaman
1234
Editor: Amalia Qisthyana Amsha
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help