TribunJabar/
Home »

Garut

Penipuan Travel Umrah

Bercermin dari Kasus SBL, Bupati Garut Desak Agen Perjalanan Umrah Perbaiki Pelayanannya

Rudy Gunawan menyayangkan kejadian tersebut terjadi, pasalnya, yang gagal berangkat ke tanah suci ini di Kabupaten Garut relatif cukup banyak.

Bercermin dari Kasus SBL, Bupati Garut Desak Agen Perjalanan Umrah Perbaiki Pelayanannya
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Situasi di dalak Kantor SBL Garut, Jalan Guntur Melati, Kabupaten Garut, Kamis (1/2/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berpesan kepada seluruh agen perjalanan umrah di Kabupaten Garut agar memperbaiki sistem pelayanannya.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, pemilik PT Solusi Balad Lumampah (SBL), Aom Juang Wibowo dan stafnya, Ery Ramdani ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian.

Kedua orang ditangkap karena melakukan penipuan uang sejumlah Rp 300 miliar, akibatnya 12.845 calon jemaah terancam gagal berangkat ke tanah suci.

Baca: Terima Aduan Warga, Pemkab Garut Desak PT SBL Beri Kepastian

Sementara, di Kabupaten Garut, tercatat ada sekira 150 calon jemaah tak kunjung berangkat sejak Desember 2017.

Akibatnya, sejak kedua orang tersebut berhasil diamankan, para calon jemaah di Kabupaten Garut terus berdatangan ke Kantor SBL Garut di jalan Guntur Melati.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, dirinya menyayangkan kejadian tersebut terjadi, pasalnya, yang gagal berangkat ke tanah suci ini di Kabupaten Garut relatif cukup banyak.

Baca: Ini Mekanisme Pengembalian Dana Umrah yang Dijanjikan Staf PT SBL Garut

"Memang, sebelumnya 500 orang berhasil berangkat, tetapi 150 orang tidak jadi karena ada pembatalan jadwal, " kata Rudi di Kantor SBL Garut, Jum'at (2/2/2018).

Maka dari itu, Rudy berharap, kejadian tersebut tidak kembali terjadi, pasalnya, kejadian membuat para calon jemaah tidak merasakan kenyamanan.

"Masalah seperti ini sangat sensitif," katanya.


Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help