Tujuh Berandalan Ini Tak Puas Foto Jepretan Korban, Menganiaya Hingga Kepala Bocor dan Jari Putus

Namun karena ada yang tidak puas, tujuh orang itu menganiaya korban dengan batu, golok, balok dan tangan kosong

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Mega Nugraha
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo saat memeriksa tersangka penganiayaan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (1/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Seorang karyawan perusahaan pembiayaan di Kota Bandung, Hanan Firman (30) kritis setelah terkena bacokan di kepala, leher dan jari tangan putus, ketika dianiaya sejumlah orang di Jalan Kawaluyaan, Kelurahan Jarisari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Senin (29/1/2018) malam.

Ia dianiaya oleh Rafli Novanto alias Dede, Raden Franca Wisea, Deni Kusniana dan Angga Mulyana warga Kiaracondon, Kota Bandung. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung.

Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Diam-diam Jadi Pelanggan Tetap Istana Kerajinan Kerang Cirebon

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, semula korban sedang makan di Jalan Kawaluyaan, datang tujuh orang sedang dalam keadaan mabuk minuman keras. Satu di antara mereka meminta korban untuk mengambil foto.


"Namun karena ada yang tidak puas, tujuh orang itu menganiaya korban dengan batu, golok, balok dan tangan kosong hingga kepala dan leher korban kena ba‎cok dan jarinya putus," ujar Hendro di Jalan Merdeka, Kamis (31/1).

Setelah keluarga korban melapor, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil mengidentifikasi pelaku penganiayaan sebanyak tujuh orang. Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.


"Empat pelaku sudah ditangkap. Satu pelaku dirawat di rumah sakit. Saat mengeroyok, ketujuh pelaku ini sedang mabuk minuman keras," ujar Hendro.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved