Bumi Ageung Jadi Saksi, Tim Cagar Budaya Minta Jangan Hancurkan eks Bangunan SDN Ibu Jenab I

Selama proses pengkajian bangunan dilindungi sebagai cagar budaya, jangan sampai rusak dan hancur, pidana sudah berlaku

Bumi Ageung Jadi Saksi, Tim Cagar Budaya Minta Jangan Hancurkan eks Bangunan SDN Ibu Jenab I
TRIBUN JABAR / FERRI AMIRIL MUKMININ
PEMBONGKARAN SDN Ibu Jenab I menjadi lahan parkir di alun-alun Jalan Siti Jenab kembali menghangat. Banyak harapan yang dituliskan warganet Cianjur di media sosial terkait rencana tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Sejumlah tokoh Cianjur, akademisi, budayawan, ulama, kembali berkumpul di Bumi Ageung Cikidang, Kabupaten Cianjur, untuk menegaskan proses pengkajian SDN Ibu Jenab I yang sedang proses pendaftatan cagar budaya.

Hadir dalam acara itu Prof Dr Nina Herlina Lubis yang mengatakan ketokohan Siti Jenab sebagai pelopor pendidikan kaum perempuan di Cianjur levelnya sudah nasional.

"Tapi sayang belum didaftarkan cagar budaya, maka saya atas data dan beberapa bukti dari keluarga mengajukan ke tim cagar budaya Jawa Barat dalam hal ini Lutfi Yondri, saat ini sedang dalam proses pendaftaran," ujarnya di Bumi Ageung, Rabu (31/1/2018).

Baca: Sempat Ingin Hengkang, Leicester Sambut Hangat Riyad Mahrez

Nina mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengunjungi lokasi untuk memeriksa dan menelusuri data. Ia mengatakan secara fisik memang beberapa kali mengalami perubahan. Tapi keterangan ruang dan dimensi banyak dikuatkan oleh beberapa keterangan bahwa, Ibu Siti Jenab mengajar bagi para perempuan di Cianjur.

Tim ahli cagar budaya Jawa Barat Lutfi Yondri mengatakan, sudah menerima data pengusulan sekolah Ibu Jenab I untuk dijadikan cagar budaya.


"Kami dati tim ahli cagar budaya sudah mencermati terkait apa yang ramai dibicarakan di Cianjur. Kami apresiasi bagaimana perhatian warga Cianjur terhadap sejarah masa lalu," katanya.

Menurutnya saat ini tim ahli cagar budaya mencoba menguraikan pengkajian dan pihaknya mempunyai 12 poin kajian yang akan ditelaah untuk SDN Ibu Jenab I.

"Dari 12 poin itu kami membagi lagi rencana kajian ada beberapa poin yang masih bisa dilacak," katanya.


Menurutnya, dengan didaftarkannya lokasi SDN Ibu Jenab I menjadi cagar budaya dan sedang dalam proses maka sudah berlaku total Undang-undang yang mengatur lokasi tersebut tak boleh diganggu dari kegiatan apapun.

"Selama proses pengkajian bangunan dilindungi sebagai cagar budaya, jangan sampai rusak dan hancur, pidana sudah berlaku sejak penetapan status pendaftaran sebagai cagar budaya," katanya.

Pihaknya juga sedang mengkaji rumah Tirto sebagai rumah wartawan pertama yang dibangun 1904 dan lokasinya berada di Cianjur.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help