40 Warga Cianjur Terdata jadi TKW Ilegal ke Timur Tengah

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan. . .

40 Warga Cianjur Terdata jadi TKW Ilegal ke Timur Tengah
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Hendri Prayoga mengatakan Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur belum efektif mencegah tenaga kerja wanita (TKW) non prosedural ke kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut berdasar kepada kasus penggerebekan sebuah rumah dimana ditemukan dua tkw asal Cianjur yang dipulangkan Kemenaker akhir pekan kemarin.

Ditemukannya dua warga Cianjur mengindikasikan masih maraknya para perekrut TKW ke Timur Tengah.

Akhir pekan kemarin TKW asal Cianjur Aah Rohanah(37) dan Eka Lestari (42) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) saat akan diberangkatkan ke negara Abudhabi Timur Tengah dan terjaring oprasi kilat Kemenaker dan Mabes Polri di Jakarta Timur.

"Jadi dengan kejadian 2 tkw kemarin yang kena oprasi kilat oleh Kemenaker dan Mabes Polri mencerminkan bahwa para pelaku perekrut TKW nonprosudural ke Timur Tengah masih marak di Cianjur," ujar Hendri, Selasa (30/1/2018).

Bahkan bukan hanya itu saja, kata Hendri, Astakira sudah mengantongi data sesuai dengan pengaduan berdasarkan surat kuasa di akhir tahun 2017 ada 25 kasus,dan awal tahun 2018 15 kasus jadi total 40 kasus, dan itu semua pemberangkatan tkw nonprosudural yang diberangkatkan ke Arab saudi,dan Abudhabi U.A.E.

Ia mengatakan selama ini pemerintah daerah khususnya Disnakertrans belum bisa membuktikan pencegahan pemberangkatanTKW nonprosudural ke Timur Tengah tersebut, padahal selain menyurati kepihak kecamatan, dan desa seharusnya mendata para perekrut(sponsor) agar terpantau.

"Kalau sudah terdata akan mudah untuk melacak bila mana ada permasalahan siapa sponsornya dan jasa PPTKIS terlebih, negara penempatannyapun bisa ketahuan," katanya.

Hendri mengatakan akan lebih efektifnya lagi pihak Disnakertrans ada kerjasama dengan kepolisian agar setiap permasalahan TKW bisa terungkap sehingga para pelaku perekrut TKW nonprosudural ada efek jera.

"Kalau sudah terdata bisa melakukan pembinaan agar para sponsor tidak lagi memberangkatkan TKW secara Ilegal," ujarnya.

Astakira akan mengadakan sosialisasi dengan para calon tenga kerja indonesia (CTKI) yang hendak berangkat agar tidak terjerumus menjadi TKI ilegal.

"Saya akan melakukan koordinasi dengan para RT/RW terlebih, kepala desanya untuk memahami pemberangkatan TKW ke Timur Tengah," katanya.

Sebelumnyaa Sekertaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Heri Suparjo mengatakan telah melakukan upaya pencegahan TKW ilegal dengan cara menyurati pihak desa dan Kecamatan.

"Saya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi tentang TKW, tapi kan itu dikembalikan lagi ke TKW nya itu sendiri yang jelas pemerintah sudah memberikan pemahaman terhadap masyarakat yang hendak berangkat menjadi TKI legal (resmi) ,dan TKI ilegal (tidak resmi) bahkan surat edaran pun terkait larangan pemberangkatan non formar ke timur tengah sudah dilakukan," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help