TribunJabar/
Home »

Garut

Pembunuhan Ibu Hamil di Garut

Bunuh Ibu Hamil di Garut, 10 Hari Kemudian Pemuda Ini Disergap Polisi di Terminal Kalideres Jakarta

Saat itu IA melontarkan ucapan kepada FN, "Geura kawin, era ku batur. Batur mah geus boga budak, ai maneh teu kawin-kawin

Bunuh Ibu Hamil di Garut, 10 Hari Kemudian Pemuda Ini Disergap Polisi di Terminal Kalideres Jakarta
tribunjabar/hakim baihaqi
FN (28) tersangka pembunuhan ibu hamil di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, diringkus aparat kepolisian Polres Garut 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - FN (28) tersangka kasus pembunuhan terhadap ibu hamil di Garut, ditangkap aparat kepolisian di Kalideres, Jakarta, Sabtu (27/1/2018) dini hari.

Sebelum FN tertangkap, polisi sempat mencari pelaku di Terminal Kampung Rambutan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Aparat kepolisian kemudian menerima informasi FN sudah berada di Terminal Kalideres pada Sabtu (26/1/2018) dini hari.

Baca: Masih Banyak PKL Liar di Pasar Panorama Lembang, Pemerintah Diminta Segera Menertibkannya

"AF berhasil diamankan di depan pintu air 2," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Senin (29/1/2018).

Sebelum pembunuhan terjadi, IA (31) korban pembunuhan saat itu tengah berdiam diri di depan rumah sambil bertanya kepada FN yang saat itu melintas di depan rumahnya di Kampung Pasirjonge, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jumat (19/1/2018).

Diketahui, saat itu IA melontarkan ucapan kepada FN, "Geura kawin, era ku batur. Batur mah geus boga budak, ai maneh teu kawin-kawin (Cepat kawin, malu sama orang lain. Orang lain sudah punya anak, kamu tidak kawin-kawin, red)"

Merasa sakit hati atas ucapan korban pada siang hari itu, pada malam harinya FN kemudian berpura-pura bertamu ke rumah korban‎. Tersangka pun masuk ke dalam rumah, setelah dipersilakan masuk oleh korban.

Saat korban masuk ke dalam kamar, FN mengikutinya dan mendorong IA hingga jatuh tersungkur ke atas ranjang.

Selanjutnya, FN mencekik IA sekuat tenaga dan menggigit jari IA karena memberikan perlawanan saat sedang dicekik.

Untuk memastikan IA sudah tidak berdaya akibat cekikan tersebut, FN pun menginjak leher korban hingga tidak bernapas lagi.

Kemudian, FN pun mengambil barang-barang milik korban yakni uang Rp 800 ribu dan satu unit ponsel.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help