Japan Community, Wadah Para Penggemar Budaya Jepang untuk Berkumpul dan Belajar Bersama

Anggota Japan Community diajari budaya Jepang seperti menulis tulisan Jepang atau Benkyoukai dan seni tari tradisional yang bernama Sara Odori.

Japan Community, Wadah Para Penggemar Budaya Jepang untuk Berkumpul dan Belajar Bersama
TRIBUNJABAR.CO.ID/FIDYA ALIFA
Luthfi Luqmanul Hakim, ketua Japan Community (kiri), dan Muhammad Zaini Gaus, anggota Japan Community (kanan) saat ditemui di Universitas Widyatama, Selasa (23/1/2018). Japan Community adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang menyelenggarakan acara festival Sashimi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fidya Alifa

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Japan Community (JC) adalah sebuah wadah untuk para penggemar budaya Jepang.

Anggota JC diajari budaya Jepang seperti menulis tulisan Jepang atau Benkyoukai dan seni tari tradisional yang bernama Sara Odori.

JC awalnya berbentuk komunitas yang dibentuk pada tahun 2006, tetapi kini berganti menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Widyatama.

"Mulai diresmikan menjadi UKM pada tahun 2013," ujar Ketua JC, Luthfi Luqmanul Hakim (21), di Universitas Widyatama, Selasa (23/1/2018).

Meski berbentuk UKM di perguruan tinggi, tetapi JC terbuka untuk masyarakat yang ingin belajar budaya Jepang.

JC juga menjadi tempat menyalurkan hobi seputar budaya Jepang seperti cover dance, cosplay, dan membuat manga alias komik ala Jepang.


Kelompok cover dance JC yang disebut dengan nama Pika Pika Girl sudah meraih prestasi sebagai Juara 2 kompetisi cover dance tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran.

Anggota JC juga ada yang membuat komik digital dalam situs webtoon yang berjudul Campus on Fire.

Halaman
12
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help