Mengenal Peradaban Garut Tempo Dulu di Museum RAA Adiwidjaja, Tanpa Dipungut Biaya

Museum RAA Adiwidjaja adalah sebuah bangunan yang di dalamnya berisi bukti-bukti peradaban masyarakat Kabupaten Garut tempo dulu.

Mengenal Peradaban Garut Tempo Dulu di Museum RAA Adiwidjaja, Tanpa Dipungut Biaya
TRIBUNJABAR.CO.ID/HAKIM BAIHAQI
Museum RAA Adiwidjaja di Jalan Pembangunan no 2, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Museum RAA Adiwidjaja adalah sebuah bangunan yang di dalamnya berisi bukti-bukti peradaban masyarakat Kabupaten Garut tempo dulu.

Nama RAA Adiwidjaja disematkan pada museum ini karena untuk mengenang sosok Raden Arya Adipati (RAA) Adiwidjaja, bupati pertama Garut yang menjabat pada tahun 1813 sampai 1831.

Ketika memasuki museum ini, tampak ada beberapa barang replika yang menyerupai bentuk aslinya, di antaranya senjata kujang, keris, alat-alat rumah tangga tempo dulu, miniatur Candi Cangkuang, dan rumah adat.

Koleksi Museum RAA Adiwidjaja di Jalan Pembangunan no 2, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Koleksi Museum RAA Adiwidjaja di Jalan Pembangunan no 2, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. (TRIBUNJABAR.CO.ID/HAKIM BAIHAQI)

Museum yang dibangun oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut pada 2009 ini awalnya berada di Jalan Ciledug, Kabupaten Garut.

Namun, pada 2016, museum ini dipindahkan ke Jalan Pembangunan, atau 400 meter dari Kantor Bupati Garut yang sebelumnya adalah bangunan Tourist Information Centre (TIC).


Untuk bisa mengunjungi museum ini, pengunjung sama sekali tidak dipungut biaya dan untuk waktu kunjungan disesuaikan dengan jam kerja.

Yaneu Hunaenah, pengelola museum RAA Adiwidjaja menyebutkan bahwa museum ini didirikan dalam rangka tugas pihak Disbudpar Kabupaten Garut untuk mengenalkan kebudaayaan masyarakat Kabupaten Garut tempo dulu.

"Menjaga pula dan melestarikan kebudayaan dari daerah ini," kata Yaneu kepada Tribun Jabar di Lokasi Museum, Senin (22/1/2018).

Tak hanya benda-benda bersejarah, kata Yaneu, museum ini bisa menayangkan video dokumenter pidato Ir Soekarno di Babancong dan galeri foto Garut tempo dulu.

"Koleksi cukup banyak untuk museum ini," kata Yaneu.

Yaneu mengatakan, museum ini dalam waktu dekat akan dipindahkan ke Jalan Ciateul, Garut, dikarenakan gedung bangunan museum saat ini terbilang relatif sempit.

"Tidak sebanding dengan jumlah koleksi, luas gedung hanya 7x5 meter saja," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help