TribunJabar/

Jokowi Ingatkan Warga di Pilkada:Jangan Saling Mencela, Coblos Setelah Itu Rukun Kembali

"Bagi pemilih, silahkan pilih calon yang dianggap baik. Coblos setelah itu rukun kembali."

Jokowi Ingatkan Warga di Pilkada:Jangan Saling Mencela, Coblos Setelah Itu Rukun Kembali
Tribun Jabar/Isep Heri Herdiansah
Presiden Joko Widodo dikerumuni warga yang hendak mengajak bersalaman dan berfoto saat selesai menghadiri penyerahan sertifikat tanah rakyat di Taman Lokasana, Ciamis, Selasa (16/1/2018). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIAMIS – Menghadapi Pilkada Serentak 2018 yang di Jawa Barat akan diikuti 16 kabupaten/kota berikut Pilgup, Presiden Jokowi mengingatkan para kandidat untuk bertarung secara baik.

Mereka yang sudah mendaftarkan diri ke KPU diingatkan Presiden untuk tidak saling mencela, menjelek-jelak maupun saling mencemooh.

“Saya titip, untuk kandidat bupati, walikota, kandidat gubernur. Silahkan sampaikan ide-ide, gagasan, program-program," tegas Presiden pada kegiatan penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Taman Lokasana Ciamis Selasa (16/1).

"Tunjukan prestasi. Jangan beradu. Jangan saling mencela, saling menjelek-jelekan. Saling mencemooh. Kita ini bersaudara. Jagalah bersatuan."

"Bagi pemilih, silahkan pilih calon yang dianggap baik. Coblos setelah itu rukun kembali."

Baca: Apa yang Sekarang Digeluti Jenderal Gatot Nurmantyo Usai Tak Jadi Panglima TNI?

Baca: Kisah Masa Kecil KSAU Marsma Yuyu Sutisna, Rumahnya Digusur sampai Harus Pikul Air di Cicalengka

Penegasan itu disampaikan Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja di Kabupaten Ciamis, Selasa (16/1/2018).

Menurut Presiden tahun ini di Jabar akan berlangsung Pilkada di 16 kabupaten/kota seperti pemilihan gubernur. Sudah banyak pasangan bakal calon yang mendaftar.

Banyaknya pilihan pada Pilkada Serentak tersebut menurut Presiden jangan sampai membuat hubungan bertetangga jadi renggang, rumah tangga jadi retak, berikut hubungan antara kampung.

Memilih merupakan hak, tapi beda pilihan kata Presiden jangan sampai menimbulkan konflik.

“Ukhwah Islamiah dan ukhwah watoniah harus selalu dijaga. Jangan karena pilkada, persatuan dan persaudaran jadi terpecah. Negara ini negara besar, ada 704 suku yang mendiami negara ini. Jangan karena pilkada, persatuan bangsa jadi terancam. PIlkada hanya pilihan politik lima tahun sekali,” ingat Presiden.(andri m dani/tribunjabar)


Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help