TribunJabar/

Ciamis KLB Difteri, Prioritas Penanganan di Kecamatan yang Ada Suspect Difteri

Juga dilakukan penyelidikan epidemic (PE) di lingkungan tempat tinggal pasien difteri yang meninggal asal Cimaragas tersebut.

Ciamis KLB Difteri, Prioritas Penanganan di Kecamatan yang Ada Suspect Difteri
Tribunnews
Ilustrasi vaksin Difteri 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIAMIS – Kabupaten Ciamis memasuki status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri menyusul meninggalnya seorang warga asal Dusun Cibitung Cimaragas positif idap difteri.

Warga yang berusia 70 tahun tersebut sempat diruang isolasi RSU Ciamis dan meninggal dunia hari Rabu (10/1) lalu.

Mengantisipasi kemungkinan terjadinya penularan, pihak Dinkes Ciamis pun bergerak cepat langsung melakukan penyelidikan epidemic (PE), Senin (15/1) sebanyak 19 orang diambil cairan (apus) tenggorokannya baik dari keluarga pasien, tetangga maupun petugas yang ikut merawat selama pasien tersebut sakit.

“Sesuai dengan surat edaran Menkes, jangankan ada yang meninggal, seorang suspect saja sudah bisa dinyatakan status KLB. Tapi pernyataan KLB tersebut oleh Bupati,” ujar Kepala Dinkes Ciamis drg H Engkan Iskandar M.Kes yang didampingi Sekdis Dinkes Ciamis, Drs H Rahmat kepada Tribun Senin (15/1).

Baca: Cerita Korban Lantai Ambrol di BEI, Melihat Debu Beterbangan dan Tiba-tiba Kaki Sakit

Baca: Pelatih Persib Bandung Selalu Menang dari Rahmad Darmawan, Bagaimana Sore Nanti? Ini Prediksinya

Katanya selama setahun ini di Ciamis terdata ada 8 warga yang suspect difteri.

Masing-masing seorang dari Kecamatan Purwodadi, Cipaku, Sukamantri, Lumbung, Cimaragas, dan Ciamis serta dua orang dari Kecamatan Baregbeg.

Dari 8 supect tersebut, seorang positif idap difteri dan meninggal dunia sementara tujuh lainnya negative.

Halaman
123
Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help