TribunJabar/

Bursa Transfer Pemain

Siapa Pantas Gantikan Philippe Coutionho di Liverpool?

Akhirnya Coutinho resmi berbaju "Blaugrana" untuk melakukan reuni bersama. . .

Siapa Pantas Gantikan Philippe Coutionho di Liverpool?
mirror.co.uk
Philippe Coutinho (Liverpool FC) 

Akhirnya Coutinho resmi berbaju "Blaugrana" untuk melakukan reuni bersama sohib lamanya Luiz Suarez di Barcelona. Ada dua alasan pokok yang membuat para fans membiarkan kepergian Coutinho ini. Yang pertama tentu saja mahar sebesar 142 juta Pounsterling untuk penebusan Coutinho yang sangat fenomenal itu. Yang kedua adalah, Coutinho memang sudah tak ingin lagi untuk mengenakan seragam kebesaran Liverpool. Ada waktu untuk bertemu, ada juga waktu untuk berpisah.

Di dalam skuad The Reds sendiri sebenarnya ada dua sosok yang diharapkan dapat menambal kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh Coutinho tersebut. Kedua sosok tersebut bernama Adam Lallana dan pendatang baru, Oxlade Chamberline. Sayangnya cedera berat tahun lalu itu memaksa Lallana setengah musim tidak dapat bermain. Padahal sebelum cedera ketika itu, penampilan Lallana sedang dalam puncak-puncaknya.

Sebelum Lallana cedera, dia memang bisa menjadi pelapis Coutinho, ataupun menjadi pemain yang sepadan dengan Coutinho bila dipasang secara bersamaan. Beberapa tahun lalu, Ox adalah rising starArsenal yang setara dengan Theo Walcott. Entah apa penyebabnya pemain muda berbakat ini tidak bisa naik kelas menjadi pemain bintang. Lazimnya dengan pemain-pemain Arsenal lainnya, cedera adalah musuh utama Ox selama di Arsenal yang membuat permainannya tidak bisa berkembang dengan baik.

Setelah bermain di Liverpool, perlahan tapi pasti penampilan Ox semakin membaik. Tentu saja Ox perlu waktu lagi agar bisa beradaptasi dengan skema permainan Liverpool. Pertanyaan pentingnya adalah, yakinkah Klopp bahwa kedua pemain ini bisa mengisi peran yang ditinggalkan oleh Coutinho?

***

Tidak ada seorangpun yang meragukan kualitas seorang Coutinho. Sosok Coutinho sering menjadi solusi tatkala terjadi kebuntuan. "Penetrasi solo ala Coutinho" ini sering memaksa 2-3 orang pemain lawan untuk menutup pergerakannya. Akibatnya pemain belakang lawan terpaksa naik untuk menutup celah yang ditinggal oleh pemain yang menjaga pergerakan Coutinho tadi.

Celah inilah yang kemudian akan dieksploitasi oleh trio Firmansah (Firmino, Mane dan Salah) untuk menjadikan gol! Selain penetrasi solo, kelebihan Coutinho itu adalah tendangan akurat jarak jauhnya yang sering berbuah gol! Selain keras, tendangan itu "dijamin mutunya" karena melengkung indah melewati pagar pemain lawan untuk menghasilkan sebuah gol indah.

Ronaldo dan Bale juga memiliki tendangan jarak jauh yang yahud. Akan tetapi sering terjadi "bola ke mana kiper ke mana." Gol terjadi karena kiper terkecoh! Gol jarak jauh Coutinho memiliki spesifik tersendiri. Bola melengkung indah berjarak beberapa sentimeter saja dari jari kiper yang hampir menyentuh bola. Dalam slow motion akan terlihat wajah kiper yang menyeringai sambil menatap ke arah bola yang bergerak semakin menjauh dari jari tangannya untuk berbuah gol, sebuah pemandangan yang sangat memesona.

Akan tetapi segala kelebihan Coutinho itu hanya terasa ketika terjadi "kebuntuan" saja. Kalau "suasananya berjalan lancar jaya", maka trio Firmansah tadi akan dapat menggelontorkan setengah lusin gol ke gawang lawan tanpa perlu bantuan dari seorang Coutinho.

Klopp tampaknya tidak terlalu merisaukan kehilangan sosok Coutinho lagi, bahkan juga sosok seorang gelandang bertahan, Emre Can yang juga akan segera hengkang untuk bergabung secara gratis ke Juventus. Sangat disayangkan Liverpool teledor memperhatikan kontrak Can, sehingga young guns ini harus pergi secara gratis. Klopp sepertinya memang tidak memerlukan Can lagi, itulah sebabnya dia jarang dimainkan. Tapi para fans tidak akan pernah melupakan gol salto dari Can akhir musim lalu, yang juga merupakan gol terbaik EPL musim lalu.

Halaman
12
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help