TribunJabar/

Sebelum Dijebloskan ke Rutan, Fredrich Yunadi Mengaku Anak Buahnya Dapat Ancaman dari KPK

Ancaman tersebut terjadi saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor Fredrich Yunadi di Jalan Iskandar Muda

Sebelum Dijebloskan ke Rutan, Fredrich Yunadi Mengaku Anak Buahnya Dapat Ancaman dari KPK
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Advokat Fredrich Yunadi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA- Tersangka kasus dugaan menghalangi penyidikan korupsi e-KTP pada Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan anak buahnya sempat diancam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ancaman tersebut terjadi saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor Fredrich Yunadi di Jalan Iskandar Muda Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018) lalu.

"Anak buah saya mengirim foto ada orang KPK melakukan penggeledahan. Anak buah saya cewek dapat ancaman, 'kamu menghambat penyidikan, kamu bisa dijerat Pasal 21 (menghalangi penyidikan)'," ucap Fredrich Yunadi sebelum dijebloskan ke Rutan KPK, Sabtu (13/1/2018).

Lebih lanjut dikonfirmasi apakah dirinya akan mengajukan praperadilan atas penetapan tersangkanya? Fredrich Yunadi menyerahkan ke pihak kuasa hukum.


"Tanyakan ke kuasa hukum saya saja soal itu (praperadilan)," katanya.

Diketahui, Fredrich Yunadi dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Mereka diduga memanipulasi data medis Setya Novanto agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017. 

Baca: Keren! Aksi Free Style Komunitas Bandung Extreme Squad di Pelataran Monju Memukau Bikers

Selain itu, Fredrich Yunadi juga ditenggarai telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto mengalami kecelakaan.

Bimanesh sudah lebih dulu ditahan KPK pada Jumat (12/1/2018) malam di Rutan Guntur setelah sebelumnya diperiksa selama 12 jam oleh penyidik.

Fredrich baru ditahan pada Sabtu (13/1/2018) siang di rutan Gedung Merah Putih KPK setelah ditangkap di RS Medistra dan diperiksa selama 10 jam lebih di KPK.

Mereka berdua dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Theresia Felisiani)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help