Ridwan Kamil Bersaksi Tentang Heboh Mahar di Gerindra Melalui Twitternya

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ikut angkat bicara sekaligus menyatakan diri sebagai saksi terkait isu permintaan mahar di Partai Gerindra

Ridwan Kamil Bersaksi Tentang Heboh Mahar di Gerindra Melalui Twitternya
Kolase Tribun Jabar
Ridwan Kamil balas twitter dari Partai Gerindra 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ikut angkat bicara sekaligus menyatakan diri sebagai saksi terkait isu permintaan mahar di Partai Gerindra sebagai syarat rekomendasi maju pilkada yang heboh dalam pemberitaan media mainstream dan terlebih di media sosial.

Isu ini berasal dari tudingan La Nyalla Mattalitti kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pernyataan wali kota yang akrab disapa Emil itu muncul melalui akun Twitter pribadinya untuk membalas pernyataan di akun Twitter resmi Partai Gerindra yang isinya berupa bantahan atas tudingan tersebut yang me-mention akun pribadi Ridwan Kamil.

Dalam balasan pesan di akun pribadinya yang diakses Tribun Jabar, Jumat (12/1/2018) itu, Emil membenarkan bahwa saat maju Pilwalkot Bandung, Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar.

Baca: Mario Gomez Belum Temukan Komposisi Utama Persib Bandung

"Saya bersaksi, waktu Pilwalkot Bandung, Pak Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar sepeser pun untuk tiket pilkada. Hatur Nuhun," kicau Emil lewat akunnya yang ditulisnya Kamis (11/1/2018).

Ridwan Kamil membalas kicauan Partai Gerindra
Ridwan Kamil membalas kicauan Partai Gerindra (Twitter @ridwankamil)

Untuk diketahui, saat Pilwalkot Bandung 2013 lalu, Ridwan Kamil berpasangan dengan Oded Muhammad Danial yang diusung dua partai, yaitu Gerindra dan PKS.

Dalam kicauannya itu, Emil juga menuliskan dirinya berpisah dengan Gerindra di Pilgub Jawa Barat 2018 ini karena tidak mampu memenuhi syarat menjadi kader partai.

Sementara itu, La Nyalla Mahmud Mattalitti, belum lama ini membeberkan alasan di balik kegagalannya maju sebagai calon gubernur di Jawa Timur.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu memutuskan untuk tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra.

Halaman
123
Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help