Kapolres Garut Imbau Seluruh Perangkat Desa Agar Berhati-hati dengan Pemerasan Oknum Wartawan

Beberapa waktu lalu, seorang kepala desa di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut menjadi korban pemerasan oleh tiga orang oknum wartawan.

Kapolres Garut Imbau Seluruh Perangkat Desa Agar Berhati-hati dengan Pemerasan Oknum Wartawan
TRIBUNJABAR.CO.ID/HAKIM BAIHAQI
Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna saat gelar perkara kasus pemerasan terhadap kepala desa oleh tiga oknum wartawan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Garut mengimbau seluruh perangkat desa di Kabupaten Garut untuk mewaspadai kejahatan pemerasan yang dilakukan oleh sejumlah oknum wartawan.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Beberapa waktu lalu, seorang kepala desa menjadi korban pemerasan oleh tiga orang oknum wartawan.

Modus operandi yang dilakukan oleh para oknum wartawan adalah mengancam akan membeberkan kepala desa tersebut melakukan penyelewengan dana desa.

"Modus mereka beragam, seperti yang terjadi di Kecamatan Cilawu, mereka berpura-pura sebagai wartawan utusan dari Kementerian Desa (kemendes)," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Jumat (12/1/2018).


Untuk menghindari kejahatan tersebut semakin merebak, Budi berharap seluruh kepala desa dapat mengecek ulang suatu media yang tidak memiliki izin jelas.

"Mereka selalu memanfaatkan hal ini untuk meraup keuntungan," ujarnya.

Jika ditemukan kejadian serupa, Budi mengimbau seluruh perangkat desa maupun masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

"Lebih hati-hati, segera dilaporkan kepada kami, karena kami siaga selama 24 jam," ujarnya.

‎Menurut informasi, dana desa sebesar Rp 60 triliun akan dicairkan oleh pemerintah pusat secara bertahap.

Di bulan Januari ini saja, pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar 20 persen dari total keseluruhan dana desa, yakni Rp 12 triliun.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help