Video Mesum Dua Bocah

Misteri Pemilik Rekening di Bank Permata dan Mr X di Bali dalam Kasus Video Porno Anak di Bandung

"Namun, Faisal tidak menguasai bahasa asing dan tidak mengenal sejumlah istilah dalam ewallet," ujar Umar.

Misteri Pemilik Rekening di Bank Permata dan Mr X di Bali dalam Kasus Video Porno Anak di Bandung
Video mesum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Masih ada sosok misterius di balik kasus video porno yang melibatkan anak di bawah umur dengan perempuan dewasa. Setidaknya ada dua hal yang belum terungkap. Pertama, pemilik rekening Bank Permata dan penyebar video.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan, selama pemeriksaan dalang pembuat video porno bernama Faisal Akbar (30) mengaku berkomunikasi dengan warga Rusia dan Kanada yang dikenali di media sosial VK, akun media sosial di Rusia dengan jumlah pengguna 260 juta. Bahkan, kedua orang asing itu meminta dibuatkan video porno anak dengan bayaran total Rp 31 juta.

Faisal berkomunikasi dengan orang asing itu via aplikasi Telegram, aplikasi yang sempat di blokir oleh Kemenkominfo karena berkaitan dengan terorisme.‎ Faisal mengaku trader bit coin. Pengakuan Faisal diverifikasi. Mulai dari kemampuan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan orang asing dan diverifikasi soal bit coin.

Baca: GBLA Siap Digunakan Untuk Piala Presiden, Kadispora: Untuk Pembukaan Tidak Ada Persoalan

"Namun, Faisal tidak menguasai bahasa asing dan tidak mengenal sejumlah istilah dalam ewallet," ujar Umar.

Polisi ‎justru menemukan fakta lain. Uang Rp 31 juta yang diterima Faisal justru berasal dari Bank Permata yang diterima Faisal di rekening Bank BCA. Sehingga, logikanya, jika Faisal mengaku dibiayai warga asing, maka asumsinya dia menerima uang dari bank asing. Namun, fakta sebaliknya.

"Faisal menerima uang bukan dari bank asing. Kami sudah cek transaksi antar bank. Faisal menerima dana dari Bank Permata dengan pengiriman sekitar tujuh kali dengan total Rp 31 juta sejak Mei hingga Januari tahun ini. Terakhir ia menerima dana dari bank itu pada 5 Januari sebesar Rp 4,2 juta," ujar Kombes Pol Umar Surya Fana di Kantor Bappeda Jabar, Jalan Ir H Djuanda Bandung, Kamis (11/1/2018).

Dengan fakta itu, pertanyaan bermunculan. Benarkah Faisal menerima dana dari orang asing, apa mungkin pengirim uang tersebut masih warga Indonesia, tidakkah mungkin ada penghubung Faisal dengan orang asing atau dugaan ada kolektor video‎ porno di Indonesia yang membeli dari Faisal kemudian video porno tersebut dijual ke luar negeri. Apalagi, berdasarkan pemeriksaan Bareskrim Mabes Polri, video porno tersebut saat ini sudah beredar di Rusia, Belanda dan sejumlah negara di Eropa.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help