Pilgub Jabar

Pilkada dan Asian Games 2018 Pacu Pertumbuhan Ekonomi Jabar

Pertumbuhan juga didukung terus berlanjutnya penyelesaian pembangunan proyek infrastruktur pemerintah pusat di Jawa Barat.

Pilkada dan Asian Games 2018 Pacu Pertumbuhan Ekonomi Jabar
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat (tengah) pada acara pemaparan Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Desember 2017 dan Perkembangan Beberapa Indikator Ekonomi Jabar Terkini di Kantor Perwakilan BI Jabar, Selasa (9/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG - Hasil survei Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat hingga akhir triwulan IV 2017 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Secara nasional pertumbuhan ekonomi 2017 sekitar 5,05%-5,10% (yoy), atau relatif meningkat dibandingkan 5,02% (yoy) pada 2016.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, dari sisi pengeluaran, perkiraan peningkatan terutama bersumber dari konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor antar daerah.

Baca: Untuk Klarifikasi Soal Mutasi Pejabat, Bupati Cirebon Sunjaya Penuhi Undangan Panwaslu

Sementara dari sisi lapangan usaha (LU) , penopang pertumbuhan diperkirakan dari LU industri pengolahan, konstruksi serta transportasi, dan pergudangan.

"Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2018 diperkirakan meningkat dibanding tahun 2017," kata Wiwiek pada acara pemaparan Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Desember 2017 dan Perkembangan Beberapa Indikator Ekonomi Jabar Terkini di Kantor Perwakilan BI Jabar, Selasa (9/1/2018).

Menurutnya, pertumbuhan antara lain didorong oleh prospek perbaikan ekonomi global dan volume perdagangan, serta prospek perbaikan harga komoditas global yang meningkatkan pendapatan wilayah yang selanjutnya akan meningkatkan permintaan ekspor antar daerah.


Selain itu, pertumbuhan juga didukung terus berlanjutnya penyelesaian pembangunan proyek infrastruktur pemerintah pusat di Jawa Barat.

"Persiapan menjelang PlLKADA 2018 dan ASIAN Games 2018 juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Jabar, " katanya.

Namun, katanya, masih terdapat beberapa faktor penghambat dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi antara lain kenaikan suku bunga kebijakan Amerika Serikat Fed's Fund Rate FFR) yang diperkirakan berlangsung tiga kali pada tahun 2018, arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang berpotensi protektif, dan penyesuaian beberapa tarif yang diatur pemerintah menahan daya beli masyarakat, serta kontroversi penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel diperkirakan mempengaruhi harga komoditas dunia terutama harga minyak. (tif)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help