TribunJabar/
Home »

Tasik

Seorang Pasien Positif Difteri, SMC Singaparna Juga Rawat 8 Suspect Difteri di Ruang Isolasi

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Yusep Yustisiawandana, ke-14 pasien lainnya tersebut ditempatkan di ruang . . .

Seorang Pasien Positif Difteri, SMC Singaparna Juga Rawat 8 Suspect Difteri di Ruang Isolasi
TRIBUN JABAR/ISEP HERI
Suasana ruangan isolasi di Rumah Sakit Sentra Medika Citrautama, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (8/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.CO.ID, TASIKMALAYA - Setelah memastikan adanya seorang warga Kabupaten Tasikmalaya yang positif terserang difteri, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya juga merawat 8 pasien lainnya di Rumah Sakit Sentra Medika Citrautama, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita berusia 27 tahun yang berasal dari Desa Pageralam, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya dinyatakan positif terserang difteri setelah mendapatkan hasil uji laboratorium sampel apus di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Yusep Yustisiawandana, ke-8 pasien lainnya tersebut ditempatkan di ruang isolasi, seperti yang dilakukan pada pasien pertama yang sudah dipastikan positif.

Ke-8 pasien itu diduga kuat sudah melakukan kontak dengan pasien pertama yang dinyatakan positif.

Baca: Tim Sepakbola Islandia Kesulitan Bernafas Begitu Tiba di Indonesia. Kok Bisa??

"Mereka, lehernya sudah bengkak, kemudian dilihat di dalam kerongkongannya ada selaput lendir yang abu-abu putih, kita SOP-kan dianggap saja dia positif walaupun belum positif," ujarnya.

Sampel apus ke-8 pasien tersebut telah dikirimkan ke fasilitas kesehatan milik Pemprov Jabar.

Kata Yusep hasil pemeriksaan diagnosis seluruh pasien bakal keluar dalam rentang 7-10 hari ke depan.

Saat ini, dinas kesehatan setempat juga memberlakukan pengawasan ketat terhadap ruang isolasi di Rumah Sakit SMC Singaparna.

Seluruh tenaga medis maupun keluarga suspect diberikan vaksin untuk pencegahan.

Kepada mereka yang telanjur melakukan kontak langsung dengan pasien, Dinkes juga memberikan antibiotik eritromisin. (*)

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help