TribunJabar/

Camat Majalaya : Penanganan Limbah Perlu Unsur Sadis, Radikal, dan Kejam

Penanganan masalah limbah di Majalaya tak bisa dilakukan hanya dengan pendekatan dan pejelasan.

Camat Majalaya : Penanganan Limbah Perlu Unsur Sadis, Radikal, dan Kejam
TRIBUNJABAR.CO.ID/SELI ANDINA
Limbah celup tekstil mencemari saluran air di persawahan Desa Balekambang, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Penanganan masalah limbah di Majalaya tak bisa dilakukan hanya dengan pendekatan dan pejelasan.

Perlu ada langkah jelas bahkan keras untuk membuat para pengusaha nakal berhenti mencemari lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Camat Majalaya, Ajat Sudrajat, ketika ditemui Tribun Jabar di Kantor Kecamatan Majalaya, Senin (8/1/2017).

"Penanganan limbah yang menyebabkan pencemaran sungai Citarum itu ada tiga unsur. Pertama, sadis; kedua, radikal; ketiga, kejam," ujar Ajat Sudrajat.

Baca: Polres Sumedang Tangkap Lima Tersangka Pembacokan di Warung Cina

Ajat Sudrajat mengungkapkan, bila penanganan limbah hanya lewat rapat-rapat dan kesepakatan formalitas di atas meja, maka permasalahan ini tidak akan pernah selesai.

Menurutnya, perlu ada unsur 'tega' dalam menghadapi permasalahan lingkungan agsr menimbulkan efek jera pada pars pengusaha nakal.


"Kalau saya diberi surat tugas (untuk menindsk industri nakal), tinggal diberi 20 truk pasir, semen, dan batu," ujar Ajat Sudrajat.

Bahan-bahan bangunan tersebut, Camat Majalaya tersebut mengungkapkan, akan digynakan untuk menutup seluruh lubang limbah yang menyalahi aturan dan mencemari lingkungan, terutama lubamg-lubang 'siluman'. (*)

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help