Video Mesum Dua Bocah

Video Mesum Wanita Dewasa dan Anak-anak Viral, Netty Heryawan : Hentikan Penyebaran Video Itu !

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan meminta . . .

Video Mesum Wanita Dewasa dan Anak-anak Viral, Netty Heryawan : Hentikan Penyebaran Video Itu !
TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Netty Heryawan saat ditemui wartawn usai acara halal bihalal Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Selasa (4/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan meminta masyarakat yang menyimpan video asusila antara wanita dewasa dan dua anak kecil yang kabarnya viral baru-baru ini, untuk menghapus dan tidak menyebarkan video tersebut.

Selain melanggar undang-undang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, video tersebut dapat menjadi stimulus bagi para pelaku penyimpangan seksual untuk bergabung dalam komunitas atau menjadi stimulus untuk beraksi.

"Masyarakat harus sadari, penyebaran video itu bukan hanya melanggar undang-undang, tapi juga memberi stimulus kepada para pelaku penyimpangan seksual untuk mendapat tempat komunitas. Hentikan penyebaran video itu," kata Netty saat ditemui di Gedung Pakuan, Sabtu (6/1/2018).

Netty mengatakan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar, pihaknya meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika RI supaya memblokir link-link yang memuat video mesum penyimpangan seksual tersebut dengan segera. Dengan demikian, tidak ada celah bagi warga, terlebih para pelaku penyimpangan seksual, untuk melihatnya.

Baca: Video Viral Bocah Mesum Dicari Warganet, Padahal Link-nya Bahaya

"Video ini menjelaskan kepada kita bahwa ancaman disorientasi seksual tidak hanya cerita. Ini perbuatan keji terhadap anak-anak yang seharusnya merancang masa depan mereka. Kami imbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya," kata Netty.

P2TP2A bersama Polda Jabar telah bergerak cepat menindaklanjuti peredaran video mesum tersebut. Polda Jabar sudah membentuk satgas dan menyisir TKP yang diduga menjadi tempat perekaman video tersebut. Mereka pun tengah memburu pelaku dan korbannya, dibantu sejumlah rekaman CCTV.


"Sebagai pribadi dan Ketua P2TP2A, saya menyatakan ini adalah sinyal bahaya masa depan anak dan bangsa. Yang menjadi ranah P2TP2A adalah melakukan trauma healing kepada para korban setelah ditemukan, juga memberikan edukasi serial kepada para orang tuanya," katanya.

Netty menilai jika anak-anak tersebut diiming-imingi materi untuk menjadi korban kejahatan, seperti yang diperlihatkan di video tersebut, maka pelaku dapat dikenakan pasal berlapis karena diduga melakukan perdagangan orang juga. (*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help