Soal Kisruh Ticketing, Bupati dan Kepala Balai Kebun Raya Cibodas Gelar Pertemuan

Pada pagi harinya, bertempat di kantor Desa Cimacan, suasana pertemuan yang. . .

Soal Kisruh Ticketing, Bupati dan Kepala Balai Kebun Raya Cibodas Gelar Pertemuan
Tribun Jabar/Ferry Amiril Mukminin
Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar bertemu dengan Kepala Balai Konservasi Kebun Raya Cibodas R Hendrian di sebuah saung di kawasan Desa Sindangjaya 
 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan Kepala Balai Konservasi Kebun Raya Cibodas R Hendrian bertemu di sebuah saung di kawasan Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kamis (4/1/2018).
Dalam obrolan singkat setelah bupati melakukan gotong royong tercetus kedua pihak akan melakukan pertemuan lanjutan guna membahas tiket masuk Kebun Raya Cibodas di pendopo Kecamatan Campaka, Jumat (5/1/2018). 
Pada pagi harinya, bertempat di kantor Desa Cimacan, suasana pertemuan yang sempat menghangat juga dilakukan oleh beberapa pihak terkait.
Pertemuan tersebut bertujuan sosialisasi pelaksanaan operasional parkir di Cibodas Oleh PT Al'Zamal Putra Mandiri Group "D'King Parkir".
Namun di akhir pertemuan yang mirip evaluasi ini beberapa pihak meminta launching parkir tersebut di-pending terlebih dahulu menunggu kesepakatan dan akan dilakukan pertemuan lagi pada awal pekan depan.
Kapolsek Pacet Kompol Suharyono S.H mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah.
"Tapi sangat disayangkan tahap-tahap tidak bisa dilakukan sehingga terjadi gejolak, jangan sampai ada yang mau penelitian, warga biasa, wisatawan dipungut berkali-kali," ujarnya. Ia juga mengatakan dalam pemungutan tarif harus ada payung hukum yang jelas.
Humas Kebun Raya Cibodas, Solahudin mengatakan, penataan parkir belum dilakukan tetapi eksekusi telah dilakukan akibatnya bisa fatal.
Ia menyarankan untuk sementara sebelum ada pertemuan antara pimpinan Kebun Raya Cibodas,Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Pemda Cianjur, maka untuk menghindari kegalauan operasional parkir yang baru ditutup dulu.
Kepala Desa Cimacan Dadan Supriatna mengatakan, penting untuk dilaksanakan rapat koordinasi dengan instansi terkait yang berada di kawasan wisata tersebut.
Pengelola parkir D King Parkir H Thamrin mengatakan semula penataan untuk kesejahteraan atas dasar kerjasama, memberikan solusi untuk meningkatkan pendapatan daeran cianjur.
Kasi Teknik Sarana Dinas Perhubungan Jekso Ronggo A, sebagai pihak yang paling dipertanyakan oleh semua yang hadir di pertemuan mengaku bahwa Dishub dilamar oleh pengusaha untuk pengelolaan parkir dengan target PAD yang tinggi.
"Jika perjanjian tak sesuai maka ada evaluasi dan kami ambil alih kembali," katanya.
Namun di akhir pertemuan semua menyarankan oprasional retribusi dihentikan dulu sementara katena sedang bergejolak.
Alhasil di pintu pertama tiketing kembali ke peraturan daerah sebelumnya.
Untuk bus Rp 8 ribu, mobil Rp 5 ribu, dan motor Rp 3 ribu.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help