Komisi C DPRD Segera Gelar Raker, Bahas Ambruknya Bangunan Ruang Kelas SDN Sabagi

Ia menyebutkan, raker harus dilakukan karena robohnya SDN Sabagi ini. . .

Komisi C DPRD Segera Gelar Raker, Bahas Ambruknya Bangunan Ruang Kelas SDN Sabagi
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Siswa SDN Sabagi melihat kondisi ruang kelas mereka yang roboh, Selasa (2/1/2018) 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi
TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG – Komisi C DPRD yang membidangi masalah pendidikan bakal menggelar rapat kerja (Raker) dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Satker Proyek Jalan Tol Cisumdawu. 
Raker akan digelar untuk membahas soal robohnya ruang kelas di SDN Sabagi, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan serta soal relokasi sekolah yang ada di jalur tol. 
“Kami akan mengundang Disdik dan juga Satker Tol Cisumdawu untuk membahas robohnya ruangan kelas di SDN Sabagi,” kata Dadang Rohmansah, Sekretaris Komisi C DPRD di gedung Dewan, Rabu (3/1/2018).
Ia menyebutkan, raker harus dilakukan karena robohnya SDN Sabagi ini mengganggu kegiatan belajar mengajar dan mengancam para guru dan murid karena bangunan ruang kelas sudah lapuk.
“Sebelumnya disebutkan kalau renovasi tak bisa dilakukan di SDN Sabagi karena berada di lintasan tol Cisumdawu dan harus direlokasi. Namun ternyata SDN Sabagi seperti disampaikan Satker tak terkena tol Cisumdawu,” kata Dadang.
Karena tak terkena jalan tol lahan dan bangunan SDN Sabagi belum diganti rugi.
Dari daftar yang dimiliki Pemkab Sumedang di trase II jalan tol Cisumdawu dari Tanjungsari-Sumedang itu ada empat SD yang terlawati tol dan belum direlokasi salah satunya SDN Sabagi.
“Kalau tak terkena jalan tol maka tak jadi direlokasi namun dari alasan Satker terjadi pergeseran trase tol sehingga SDN Sabagi tak terkena. Alasan pergeseran karena kawasan itu rawan longsor,” kata Dadang.
Dengan melihat kondisi kawasan yang ada bangunan SD Sabagi rawan longsor maka tetap sekolah itu harus direlokasi.
“Dari keterangan Satker yang saya baca beritanya di koran menyebutkan kawasan itu rawan longsor sehingga kalau rawan bencana alam maka SD Sabagi haru direlokasi, dipindahkan,” katanya.
Dikabarkan sebelumnya, menjelang pergantian tahun dua ruang keas 3 dan gudang SDN Sabagi roboh karena kayu-kayunya sudah lapuk, Minggu (31/12/2017) malam.
SDN Sabagi yang dibangun sejak 1961 sempa direnovasi tahun 1995 tak ada lagi perbaikan waluapun bebarapa ruang kelas sudah lapuk.
Bahkan ruang kelas 5 tak digunakan sebagai kelas dan dijadikan gudang karena kondisinya sangat membahayakan. 
Pengajukan perbaikan ruang kelas selalu ditolak dengan alasan sekolah ini terkena dampak jalan tol dan harus direlokasi.
Saat hujan deras disertai angin, ruang kelas 5 yang jadi gudang dan kelas 3 disampingnya ambruk. Ruang kelas 2 juga terancam sehingga dikosongkan.
Murid kelas 2 dan 3 terpaksa diungsikan ke musala dan ruang perpustakaan. 
Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help