TribunJabar/

Jangan Kaget, Biaya Haji dan Umrah 2018 Akan Naik

Buntut kebijakan Arab Saudi ini bisa menaikkan biaya haji dan umrah oleh jasa travel di Indonesia.

Jangan Kaget, Biaya Haji dan Umrah 2018 Akan Naik
AFP PHOTO / MOHAMMED AL-SHAIKH / KOMPAS.com
TENDA DI MINA -- Ribuan tenda untuk menampung umat Islam yang tengah melangsungkan ibadah haji di Mina, di luar kota Mekah, Saudi Arabia, 19 September 2015. Sekitar 3 juta umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekah untuk melangsungkan ibadah Haji. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA. Pemerintah Arab Saudi bakal menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 5% mulai awal Januari 2018.

Rencananya, pajak tersebut akan dikenakan terhadap makanan, pakaian, barang elektronik dan bensin, tagihan telepon, air dan listrik, serta pemesanan hotel.

Buntut kebijakan Arab Saudi ini bisa menaikkan biaya haji dan umrah oleh jasa travel di Indonesia.

Bahkan sejumlah perusahaan penyelenggara jasa umrah sudah melakukan penyesuaian tarif.  

Direktur Utama Alfa Tours, Alfa Edison mengatakan, dalam merespons kebijakan PPN 5% oleh Pemerintah Arab Saudi adalah mengantisipasinya dengan menetapkan tarif di angka medium. 

"Untuk jualan umrah, kami  sudah ancang-ancang dari sebelum ada pajak PPN 5%. Jualan masih tetap di angka medium Rp 22,5 juta all in," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (2/1). 

Sebelumnya Alfa Tours mematok harga umrah reguler Rp 21,5 juta.

Namun perusahaan ini tetap mempertahankan tarif promo Rp 19,5 juta untuk 10 orang. 

Dengan menetapkan angka penjualan pada nominal baru, Alfa Tours mengaku sudah melakukan penyesuaian terhadap PPN 5% yang ditetapkan Arab Saudi.

"Kami sudah memprediksi ada kenaikan sejak awal Desember lalu karena memasuki peak season, sehingga melakukan penyesuaian," jelas Alfa.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help