Deputi LIPI Kaget Soal 'Ticketing', LIPI Kirim Surat Bahas Tiket Kebun Raya Cibodas

Pihaknya merasa kaget karena di saat menunggu tiba-tiba keluar Perbup yang menaikkan. . .

Deputi LIPI Kaget Soal 'Ticketing', LIPI Kirim Surat Bahas Tiket Kebun Raya Cibodas
Dok Tribun Jabar
Salah satu spot berkumpul wisatawan di Kebun Raya Cibodas, Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Dok./Tribun? Jabar 
 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Profesor Dr Enny Sudarmonowati mengatakan, sudah mengirimkan surat kepada pemerintah Kabupaten Cianjur untuk melakukan audiensi terkait rencana pembahasan satu pintu ticketing Kebun Raya Cibodas.
Namun setelah lama ditunggu balasan dari surat tersebut tak kunjung tiba. 
Pihaknya merasa kaget karena di saat menunggu tiba-tiba keluar Perbup yang menaikkan tarif tiket tanpa adanya masa transisi terlebih dahulu.
Ia mengatakan sebelum adanya kejadian kenaikkan tiket ia sempat bertemu dengan pemerintah Kabupaten Cianjur dan membahas soal rencana ticketing satu pintu seperti yang dilakukan oleh Kebun Raya Bogor.
"Sebelumnya saya sudah mengirimkan surat kepada pemerintah Kabupaten Cianjur. Surat tersebut saya kirim untuk mengingatkan pembahasan mengenai rencana tiketing satu pintu yang sempat diapresiasi oleh pemerintah Kabupaten Cianjur dalam hal ini bupati," ujarnya saat menghadiri acara Zona Integritas di Kebun Raya Cibodas, Rabu (3/1/2018).  
Ia mengatakan dari hasil pertemuan sebelumnya ia juga sempat bertemu dengan wakil bupati Cianjur yang juga mengapresiasi rencana ticketing satu pintu tersebut.
Bahkan dari pihak pemerintah Cianjur mendorong agar ticketing satu pintu segera diwujudkan.
"Saat itu dihadiri juga oleh beberapa kepala dinas terkait," ujarnya.
Ia mengatakan pembahasan juga dilakukan agar tak menghilangkan ladang beberapa pihak yang mengais rezeki dan tetap diberdayakan dengan mencari upaya serta penempatan yang lebih pas.
Ada beberapa butir yang sempat dibahas saat pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Cianjur tersebut.
Ia menyontohkan apa yang dilakukan Kebun Raya Bogor dimana tiketing diberlakukan satu pintu menjadikan Kebun Raya Bogor memberi sumbangan pendapatan aseli daerah yang besar untuk Bogor.
"Kami juga menjadi pembayar pajak terbesar karena banyaknya  pengunjung," katanya.
Ia mengatakan pengelolaan Kebun Raya Bogor sudah satu pintu dimana bagian untuk pemerintah, asuransi, dan lainnya telah dilakukan secara baik.
Hal tersebut, kata Enny, berpengaruh kepada nyamannya para pengunjung yang datang ke Kebun Raya Bogor.
Menurut Enny, apa yang dilakukan pihaknya untuk membantu juga pemerintah Cianjur dalam mendatangkan pendapatan aseli daerah.
Ia mengatakan jika para pengunjung sudah nyaman berkunjung dan tak ada keluhan, maka dengan sendirinya pertumbuhan pengunjung akan naik.
Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, tahun 2018 memang akan dilakukan penataan pintu masuk pertama yang dikelola oleh Pemkab Cianjur.
"Bukan hanya penataan dalam kawasan wisata tapi kami juga akan menata penagihan retribusi dalam rangka meningatkan pendapatan asli daerah," kata Herman.
Ia mengatakan sudah ada penawaran dari LIPI agar penarikan tiket masuk dilakukan sekali hingga tertata rapi. Saran itu ia anggap juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Namun pihaknya belum mengabarkan jadwal pertemuan selanjutnya dengan pihak LIPI guna membahas rencana ticketing satu pintu tersebut.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved