Produk UMKM Kota Bandung Kini Bisa Dipasarkan di Minimarket, Ini Jenis dan Syaratnya

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)

Produk UMKM Kota Bandung Kini Bisa Dipasarkan di Minimarket, Ini Jenis dan Syaratnya
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Ilustrasi: Minimarket 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kota Bandung untuk mengembangkan bisnis mereka lebih masif, khususnya di Kota Bandung.

Hal ini ditandai dengan lahirnya kerjasama antara Disdagin Kota Bandung dengan pihak Indomaret yang siap menampung produk-produk UMKM dari para pelaku usaha Kota Bandung.

Menurut Kadisdagin Kota Bandung, Eric S Atauric melalui Kepala Bidang Usaha dan Sarana Perdagangan, Dicky Wishnumulya, Indomaret membuka kesempatan untuk para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka di Indomaret.

"Ada prosedur yang harus ditempuh oleh para UMKM agar produk mereka bisa masuk ke Indomaret," kata Dicky kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (31/12/2017).

Baca: Bermula Diajak ke Kafe, Siswi SMA Ini Ditemukan di Dekat Pantai dengan Leher yang Nyaris Putus

Dicky mengatakan bahwa jenis produk yang bisa bekerjasama dan dipasarkan di Indomaret terdiri dari berbagai jenis seperti produk food dan perishable food.

Produk food terdiri dari makanan yang memiliki tingkat layak konsumsi dalam waktu panjang, minimal lebih dari tiga bulan.

"Misalnya makanan ringan, kopi, teh, dan sejenisnya," kata Dicky.

Sementara untuk kategori perishable food, menurut Dicky, adalah makanan yang memiliki umur relatif pendek kurang dari tiga bulan seperti makanan siap saji, buah-buahan, jajanan pasar, kue basah dan sejenisnya.


Dicky menambahkan bahwa selain umur produk, produk yang dipasarkan melalui Indomaret harus memiliki desain kemasan menarik dan terlihat moderen. Hal ini karena kemasan memiliki fungsi dan peran penting yang bisa menarik konsumen untuk membelinya.

"Jadi yangn harus diperhatikan itu diantaranya kemasan terlihat moderen, rapih dan bersih. Jika kemasan menggunakan mode tradisional, pastikan bahwa kemasan itu steril dan higienis. Jangan lupa pula kemasan harus menarik dan memiliki daya saing dengan produk lain dan tentnua sudah memenuhi standard label yang ditentukan aturan misalnya mencantumkan label halal dan expire date," ujarnya.

Hal lain yang harus diperhatikan produsen UMKM agar produk mereka bisa masuk Indomaret, menurut Dicky, adalah bahwa produk mereka telah mengantongi sertifikt produk moderen mini market. Sertifikat ini harus mencantumkan kode sertifikasi dari BPOM, halal dari MUI, Departemen Kesehatan, serta sertifikasi SNI untuk non food.

"Sementara untuk syarat dan ketentuan kerjasama dengan indomaret, pelakuk UMKM harus memenuhi persyaratan status perpajakan, perusahaan kena pajak (PT, CV dan sejenisnya), perusahaan tidak kena pajak (PTKP), home industri, Status produk dan jangka waktu pembayaran," katanya. (*)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved