Keluarga Korban Penusukan Akui Kebingungan Soal Biaya Perawatan di Rumah Sakit

Namun saat ini, kata dia, pihak perusahaan aplikasi penyedia transportasi yang. . .

Keluarga Korban Penusukan Akui Kebingungan Soal Biaya Perawatan di Rumah Sakit
Tribunjabar/Yongky Yulius
Rochmat Sarjono terbaring lemah di RS Santo Yusup Bandung, Selasa (26/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Korban penusukan oleh pria tak dikenal pada Senin (25/12/2017) malam di kawasan Taman Persib, Supratman, Bandung, Rochmat Sarjono (42) mengaku belum menjadi peserta BPJS.

Kemarin, dia sedang dirawat di Rumah Sakit Santo Yusup, Bandung.

"Belum, kakak (sepupu) saya belum menjadi peserta BPJS," ujar sepupu Rochmat, Sandy Kudo (29) yang sedang berada di samping Rochmat di Ruang Lukas, Rumah Sakit Santo Yusup, Selasa (26/12/2017).

Awalnya, dikatakan oleh Sandy, keluarga sempat bingung mengenai biaya yang harus dikeluarkan saat di rumah sakit.

Namun saat ini, kata dia, pihak perusahaan aplikasi penyedia transportasi yang merupakan mitra Rohmat bekerja sedang mengusahakan asuransi.

"Nanti sistemnya kami bayar dulu, terus biayanya diganti sama pihak perusahaan," ujar Sandy.

Kemudian, Rochmat juga kerap kali menerima bantuan dari komunitas pengemudi ojek online lainnya.

Saat Tribun Jabar berbincang dengan Rochmat dan sepupunya Sandy Kudo (29) di Ruang Lukas RS Santo Yusup, seorang pria yang mengenakan jaket biru tiba-tiba datang.

Dia mengaku berasal dari komunitas pengemudi ojek online bernama "Jarambah".

Dia pun menyerahkan sebuah amplop berwarna putih berisikan uang, lalu mengucapkan kata-kata penyemangat kepada Rochmat.

Dikatakannya, tak penting berasal dari mana komunitasnya, pengemudi ojek online di Bandung atau di mana pun adalah saudara.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved