TribunJabar/

Rotasi Pangkostrad Dibatalkan, Edy Rahmayadi: Saya Sudah Bulat Hati untuk Jadi Gubernur

"Perlu Anda ketahui semua, saya sudah final, sudah bulat hati saya, untuk menjadi gubernur Sumatera Utara,"

Rotasi Pangkostrad Dibatalkan, Edy Rahmayadi: Saya Sudah Bulat Hati untuk Jadi Gubernur
KUKUH WAHYUDI/BOLA /JUARA.NET
Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI Periode 2016-2020 pada Kongres PSSI di Hotel Mercure, Jakarta, Kamis (10/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pangkostrad, Letjen TNI Edy Rahmayadi, mengaku tidak kecewa dengan pembatalan kebijakan pengunduran dirinya.

Ia menganggap kebijakan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, tidak mengganggu rencananya untuk mengundurkan diri dan mendaftar sebagai calon gubernur Sumatera Utara pada awal tahun depan.

"Perlu Anda ketahui semua, saya sudah final, sudah bulat hati saya, untuk menjadi gubernur Sumatera Utara," ujarnya kepada wartawan di markas Divisi Infanteri 1 Kostrad TNI AD, di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/12/2017).

Pada 8 sampai 10 Januari 2018, semua peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, termasuk di Sumatera Utara, sudah harus mendaftar.


Edy Rahmayadi mengaku sudah mengajukan surat pensiun dini dari TNI agar bisa berpartisipasi di Pilkada Sumut 2018.

Pada 4 Desember lalu, Panglima TNI yang saat itu dijabat oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengeluarkan Surat Keputusan Panglima TNI nomor Kep/982/XII/2017.

Isinya antara lain perotasian Edy Rahamayadi dari jabatan Pangkostrad ke jabatan Pati Mabes TNI, jabatan yang umum diisi oleh jenderal yang hendak pensiun.

Baca: PKB Sebut Ridwan Kamil Tak Beri Harpaan tapi Dedi Mulyadi Komunikatif

Namun Panglima TNI saat ini, Marsekal Hadi Tjahjanto, melalui kebijakannya yang dikeluarkan pada Selasa (19/12/2017) membatalkan perotasian Pangkostrad.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help