TribunJabar/

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur Ayam Merangkak Naik

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat memastikan harga kebutuhan. . .

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur Ayam Merangkak Naik
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Telur yang dijual di kios seorang pedagang di Pasar Atas, Kota Cimahi, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat memastikan harga kebutuhan pokok jelang perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 masih stabil. 

Namun harga telur ayam sudah dalam batas 'warning'. 

Jajaran Disperindag Jabar melakukan pemantauan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Balubur Bandung, Rabu (20/12/2017).
Jajaran Disperindag Jabar melakukan pemantauan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Balubur Bandung, Rabu (20/12/2017). (Tribun Jabar/Siti Fatimah)
Plt Disperindag Jabar, Hening Widiatmoko mengatakan, Disperindag Jabar melakukan monitoring terhadap kebutuhan pokok masyarakat yang perlu diwaspadai seperti daging ayam, daging sapi, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih.  
"Karena biasanya jerang perayaan hari besar terjadi gejolak harga. Karena hukum pasar, supply dan demand. Tapi dari pantauam kami, tidak terjadi gejolak harga, rata-rata stabil," kata Hening, di sela pantauan di Pasar Balubur Bandung, Rabu (20/12/2017).
Meski begitu, diakui ada kenaikan untuk harga telur ayam. 
Kenaikannya pun, kata dia, cukup signifikan dari harga normal biasnya Rp 17.000-18.000, saat ini ditingkat ritel mencapai Rp 23.500 dan di pasar Rp 25.000.
"Kalau dilihat dari harga normal, ada kenaikan sekitar 30 persen. Ini sudah warning untuk sebuah kenaikan harga," katanya. 

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help