TribunJabar/

RESMI: Tarif Tol Dalam Kota Naik, ini Daftar Harga Barunya

Pihaknya mengantipasi hal tersebut dengan beberapa cara demi mengurai kepadatan lalu lintas.

RESMI: Tarif Tol Dalam Kota Naik, ini Daftar Harga Barunya
KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUS
Kondisi lalu lintas di Jalan Jenderal Gatot Subroto dekat Gerbang Tol Semanggi 1, Senin (16/12/2013). Polisi memberlakukan sistem buka-tutup pada gerbang tol itu untuk mengatur kepadatan lalu lintas di jalur arteri maupun dalam tol.

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Terhitung mulai hari ini pukul 00.00 WIB, Jumat (8/12/2017) dinihari, Tarif Jalan Tol Dalam Kota di Jakarta resmi naik.

Pada tarif baru, kendaraan Golongan I naik menjadi Rp 9.500, Golongan II menjadi sebesar Rp 11.500, Golongan III Rp 15.500, Golongan IV Rp 19.000 dan kendaraan Golongan V Rp 23.000. 

General Manager Jalan Tol Jasa Marga Jakarta Tangerang Cengkareng (JTC) Bagus Cahya di Gerbang Tol (GT) Cililitan Utama, dinihari tadi mengatakan, kenaikan tarif ini tetap mengacu pada Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol seperti ditetapkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan ketentuan tarif baru yang mengacu pada Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 973/KPTS/M/2017.

"Pada dasarnya program-program kita mengacu pada Standar Pelayanan Minimum. Ruas jalan tol dalam kota ini unik, karena keterbatasan lahan kita sulit menambah kapasitas. Misal menambah satu gardu," ungkap Bagus Cahya.

Bagus Cahya menyebutkan, volume kendaraan yang melintas jalan tol dalam kota, termasuk ruas tol yang dikelola PT Citra Marga Nusa Phala (CMNP) mengacu pada data lalu lintas harian, mencapai 600-an ribu kendaraan per hari.

Pihaknya mengantipasi hal tersebut dengan beberapa cara demi mengurai kepadatan lalu lintas.

Diantaranya melalui rekayasa jalan lewat strategi contraflow dengan bekerja sama dengan kepolisian sebagai pemegang diskresi.

Bagus Cahya
General Manager Jalan Tol Jasa Marga Jakarta Tangerang Cengkareng (JTC) Bagus Cahya

"Tahun ini kita sudah upayakan contraflow pada penggal ruas tertentu," kata Bagus Cahya,

Langkah lainnya dengan menambah gardu di gerbang tol yang masih memungkinkan dilakukan penambahan gardu. Misalnya di Gerbang Tol Senayan.

"Kita mulai Senin kemarin (awal pekan ini) menguji coba dengan menambah satu gardu di Gerbang Tol Senayan dan dioperasikan pada jam jam tertentu. Selama uji coba kita ubah-ubah jam (operasional)-nya. Posisi gardu kita tempatkan di sebelum gardu yang saat ini ada dengan menutup satu lajur utamanya," beber Bagus Cahya.

Halaman
12
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help