TribunJabar/

Walau Terbiasa Menggunakan Jamban di Atas Parit, Warga Kampung Pajagalan Inginkan MCK yang Layak

Hampir seluruh rumah di RW 4 Kampung Pajagalan tidak memiliki tempat penampungan atau septik tank, sehingga tidak ada toilet di rumah mereka.

Walau Terbiasa Menggunakan Jamban di Atas Parit, Warga Kampung Pajagalan Inginkan MCK yang Layak
TRIBUNJABAR.CO.ID/HAKIM BAIHAQI
Jamban di atas parit (pacilingan) di Kampung Pajagalan, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Warga RW 4 Kampung Pajagalan, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, menginginkan adanya fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang layak.

Kampung yang berjarak delapan kilometer dari Alun-alun Majalaya ini sebagian warganya masih memiliki kebiasaan buang hajat langsung ke aliran parit.

Untuk buang hajat langsung ke aliran parit ini, warga membuat dua buah kotak untuk buang air besar (BAB) yakni jamban atau biasa disebut pacilingan.

Setiap harinya pacilingan ini dimanfaatkan warga sekitar untuk buang hajat, baik anak-anak maupun orang tua.

Hal ini terjadi karena hampir seluruh rumah di RW 4 Kampung Pajagalan tidak memiliki tempat penampungan atau septik tank, sehingga tidak ada toilet di rumah mereka.


Kebiasaan buang hajat di pacilingan sudah dilakukan oleh warga sekitar sejak 1970-an.

Seorang warga RT 03 RW 04 Kampung Pajagalan, Dede Wahyudin mengatakan bahwa warga di kampung ini memiliki keinginan adanya MCK umum yang layak sejak awal 2000-an.

"Sejak kampung ini masih ditumbuhi banyak pohon bambu dan sekarang beralih menjadi permukiman, masih saja warga buang air besar (BAB) di pacilingan," kata Dede saat ditemui Tribun Jabar, Kamis (7/12/2017).

Halaman
12
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help