TribunJabar/

"Imunisasi DPT Ada Landasan Medis Ilmiahnya, Keliru Kalau Dianggap Bertentangan dengan Ajaran Agama"

Tahun lalu saja, kasus serupa terjadi dengan 41 kasus dan satu orang meningal warga Desa. . .

shutterstock
Vaksin. 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Wabah difteri sedang melanda Kabupaten Purwakarta.
Setidaknya sebanyak 29 kasus terjadi, empat orang dirawat di ruang isolasi dan satu orang meninggal dunia.
Tahun lalu saja, kasus serupa terjadi dengan 41 kasus dan satu orang meningal warga Desa Cisalada Kecamatan Jatiluhur.
"Difteri ini penyakit menular dan penularannya bisa lewat udara hingga kontak langsung dengan penderita. Alasan lainnya, wabah difteri merebak karena imunisasi difteri, pertusis dan tetanus (DPT) tidak dilakukan pada anak, padahal cara satu-satunya terhindar dari difteri adalah dengan cara imunisasi," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta, Muh Yubaedi Z di kantornya, Jalan Veteran Purwakarta, Kamis (7/12/2017).
Alasan ada anak yang tidak diimunisasi salah satunya karena ada pemahaman yang keliru di masyarakat soal vaksinasi dan imunisasi.
Ia menjelaskan, di salah satu wilayah di Purwakarta, sempat ada pemahaman bahwa vaksinasi dan imunisasi dilarang karena bertentangan dengan keyakinan tertentu.
"Itu salah satu sebab utamanya. Vaksinasi dan imunissi termsuk imunisasi DPT dianggap ‎bertentangan dengan ajaran keyakinan tertentu sehingga warga dilarang vaksinasi. Tapi kan vaksinasi dan imunisasi ini ada landasan medis ilmiahnya. Karena dilarang, otomatis warga yang punya anak kecil jadi tidak divaksin dan akhirnya saat dewasa terjangkit DPt," ujar Yubaedi.
Untuk menanggulangi wabah difteri, Dinas Kesehatan Purwakarta akan memberlakukan outbreak response imunitation (ORI) atau imunisasi bagi 310 ribu warga Purwakarta usia 0-19 tahun pada pekan depan.
Pihaknya menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta untuk mendampingi.
"Kami menggandeng MUI supaya memberikan pemahaman bahwa imunisasi ini tidak bertentangan dengan ajaran keyakinan manapun. ORI kan dilakukan serentak pekan depan di seluruh Puskesmas di Purwakarta," ujar Yubaedi.
‎Dari 29 kasus difteri, mayoritas berasal dari Kecamatan Jatiluhur dan Tegalwaru sebanyak 8 kasus.
Sisanya tersebar di Kecamatan Purwakarta Kota, Bungursari, Babakan Cikao dan Pasawahan. 
Difteri merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan corynebacterium diptheriae dengan gejala dan tanda klinis demam hingga 38 derajat celcius.
Lalu ada pseudomembrane putih keabu-abuan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah di fring, laring atau tonsil. Masa inkubasi penyakit 2-5 hari dan bisa menularkn ke orng lain pada 2-4 minggu sejak masa inkubasi.
Masa penularan mencapi 6 bulan. 
"Penyakit bisa menular dengan kontak langsung dengan penderita. Difteri bisa menyebabkan kematian dengan rata-rata 5-10 persen pada anak usia kurang dari 5 thun. Difteri hanya bisa dicegak dengan memberikan imunisasi DPT minimal 3 dosis saat byi ditambah booster pada batita dan anak sekolah," ujar Eva. 
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help