TribunJabar/

Sulit Cari Gas 3 Kg, Penjual Mie Ayam Ini Terpaksa Pakai Bright Gas

Namun kini sudah tiga hari lamanya, terpaksa menggunakan Bright Gas. Gas elpiji jenis ini tidak termasuk gas yang disubsidi.

Sulit Cari Gas 3 Kg, Penjual Mie Ayam Ini Terpaksa Pakai Bright Gas
tribunjabar/isep heri
Unen (43) penjual mie ayam di Kawasan Ujungberung, Kota Bandung terpaksa menggunakan gas non subsidi untuk berjualan, Kamis (7/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Langkanya gas elpiji tiga kilogram sepekan terakhir di Kawasan Ujungberung, Kota Bandung, berdampak pada Unen (43), seorang penjual Mie Ayam.

Unen yang menjual mie ayam di Kawasan Ujungberung itu biasanya menggunakan gas elpiji tiga kilogram untuk menyalakan kompor di gerobak mie ayamnya.

Baca: Karyawan Hotel Ini Ditemukan Telah Meninggal Dunia, Posisinya Duduk Bersila di Atas Sajadah

Namun kini sudah tiga hari lamanya, terpaksa menggunakan Bright Gas. Gas elpiji jenis ini tidak termasuk gas yang disubsidi. 

"Saya sudah mencari kemana-mana tapi tidak dapat, ya sudah nyoba pakai bright gas daripada enggak jualan, kan anak istri butuh makan," kata Unen, saat ditemui di depan satu minimarket di Ujungberung, Kamis (7/12/2017).


Pria berkumis yang mengenakan topi bundar loreng ini mengaku terpaksa menggunakan gas non subsidi ini.

Selain harganya mahal,  ia mengaku harus mengeluarkan tenaga lebih untuk  mendorong gerobaknya karena harus membawa gas seberat 5 kilogram.


"Gas ini harganya mahal saya harus nambah pengeluaran, selain itu berat juga jadi sudah tiga hari saya tidak berkeliling ke daerah yang jalannya menanjak," kata bapak tiga anak ini sambil membenarkan posisi topinya.

Pria yang menjual mie ayam seharga delapan ribu rupiah per porsi ini berharap, pemerintah segera turun tangan terkait kelangkaan gas yang biasa disebut si melon ini.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help