TribunJabar/

Sebagian Masyarakat Indonesia Masih Menganggap Pengidap Autisme Sama dengan Orang Gila

Juju mengatakan bahwa sikap sebagai manusia bijak terhadap anak pengidap autisme ialah dengan tidak menuduh bahwa ia orang gila.

Sebagian Masyarakat Indonesia Masih Menganggap Pengidap Autisme Sama dengan Orang Gila
TRIBUNJABAR.CO.ID/ISAL MAWARDI
Juju Sukmana, Founder dari Yayasan Biru Indonesia, Graha Manggala Siliwangi, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tingkah yang aneh dan berbeda dari manusia pada umumnya membuat pengidap autisme kerap dikucilkan.

Bahkan tak jarang dianggap seperti orang gila.

Hal ini lah yang berusaha untuk diluruskan oleh Founder Yayasan Biru Indonesia, Juju Sukmana, ketika ditemui Tribun Jabar usai mengikuti talk show 'Disabilitas, Mereka Berkarya Bersama Kita untuk Indonesia' di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Kamis (7/12/2017).

"Biar masyarakat tau. Anak autis itu mempunyai gangguan komunikasi, emosi, dan sosial. Mereka punya perasaan tapi tidak bisa mengomunikasikannya. jadi mereka bukan orang gila," ujar Juju.


Pada umumnya, anak pengidap autisme memiliki kelakuan yang hiperaktif.

Terkadang mereka melakukan kegiatan yang tidak lazim seperti memeluk orang asing, menanyakan alasan seseorang memakai pakaian tertentu dan lain-lain.

Juju mengatakan bahwa sikap sebagai manusia bijak terhadap anak pengidap autisme ialah dengan tidak menuduh bahwa ia orang gila.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap anak pengidap autisme sama dengan orang gila.

"Lebih baik berprasangka baik saja dulu kepada seseorang yang bertingkah aneh. Jangan langsung anggap orang gila," ujar Juju.

Tentu masyarakat juga perlu menghargai perasaan anak pengidap autisme ketika mendengar perkataan yang dapat membuat mentalnya down.

Karena anak pengidap autisme tetap dapat merekam segala pernyataan yang ditujukan kepadanya, termasuk pernyataan negatif sekalipun.

Penulis: Isal Mawardi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help