TribunJabar/

Pengamat Sebut Yerusalem Tak Bisa Jadi Ibu Kota Israel, Ini Alasannya

Tak hanya menolak, Maneger juga memaparkan sejumlah alasan mengapa tidak bisa dijadikan ibu kota Israel.

Pengamat Sebut Yerusalem Tak Bisa Jadi Ibu Kota Israel, Ini Alasannya
Sean Pavone / Shutterstock.com /KOMPAS.com
Pemandangan Dome of the Rock di kompleks Al-Aqsa di Jerusalem, Palestina. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA  - Masalah pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem sedang menjadi perbincangan seluruh dunia.

Banyak pihak yang mengungkap dukungan maupun penolakannya terkait masalah tersebut.

Maneger Nasution, Direktur Pusdikham Uhamka (Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka), menjadi satu pihak yang mengecam pemindahan ibu kota ke Yerusalem itu.

Tak hanya menolak, Maneger juga memaparkan sejumlah alasan mengapa tidak bisa dijadikan ibu kota Israel.

"Ya, memang ada sejumlah alasan mengapa Yerusalem tidak bisa (jadi ibu kota)," ujar Maneger, melalui pesan singkat, Kamis (7/12/2017).


Alasan pertama adalah telah hilangnya kedaulatan Israel atas kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki.

Berdasarkan pernyataan Maneger, hal itu sudah diputuskan melalui resolusi yang telah dikeluarkan oleh Komite Warisan Budaya Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

"Alasan kedua yakni bagi umat Islam keberadaan Yerusalem memiliki sejarah panjang dalam proses perjuangan melawan Israel," ungkap Maneger.

Kedua fakta itu, kata Maneger, sudah cukup menjadi alasan penolakan pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help