TribunJabar/

Pilgub Jabar

Partai Pengusung Ridwan Kamil: Kami Ingin Ketemu Kang Emil Dulu

Partai Nasdem dan PKB menyerahkan mekanisme pemilihan calon wakil gubernur yang akan. . .

Partai Pengusung Ridwan Kamil: Kami Ingin Ketemu Kang Emil Dulu
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
DIDUKUNG PARTAI NASDEM - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil diarak dengan sisingaan saat tiba di acara Deklarasi Partai Nasdem, di Monumen Bandung Lautan Api, Tegallega, Kota Bandung, Minggu (19/3/2017). Dalam acara tersebut Partai Nasdem mendeklarasikan mengusung Ridwan Kamil menjadi calon gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Partai Nasdem dan PKB menyerahkan mekanisme pemilihan calon wakil gubernur yang akan diusung kepada Ridwan Kamil.

Kedua partai itu mengaku akan mendukung penuh jika upaya pencarian figur pendamping Ridwan Kamil tetap menggunakan mekanisme konvensi.

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa mengatakan, dirinya bersama Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda dan Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh akan menemui Ridwan Kamil untuk memastikan hal tersebut.
"Kami ingin bertemu Kang Emil dulu, untuk memastikan proses pemilihan calon wakil gubernur ini nantinya seperti apa. Ini juga kami baru bertemu," kata Saan usai menggelar pertemuan dengan Syaiful Huda dan Ade Munawaroh di Hotel Papandayan Bandung, Rabu (6/12/2017).
Saan mengatakan dirinya tidak mempersoalkan jika mekanisme konvensi digunakan sebagai salah satu proses memilih calon wakil gubernur.
Cara bermusyawarah ini, katanya, dinilai positif agar lebih meyakinkan Ridwan Kamil dalam menentukan kandidat pendampingnya.
"Karena dengan mendengarkan masukan dari tokoh-tokoh Jawa Barat, dari masyarakat juga, sangat bagus masukan buat Ridwan Kamil," katanya. 
Jika resmi menggunakan konvensi, Saan meminta peserta konvensi dibatasi, yakni hanya dari partai pengusung, dalam hal ini yang meraih rekomendasi dari masing-masing pimpinan pusat seperti PPP, PKB, dan Golkar. Saan menilai pembatasan peserta ini untuk mempermudah proses konvensi tersebut.
"Kalau pesertanya ditambah lagi dari luar partai pengusung, nanti susah lagi, ramai lagi," katanya.
Saan mengatakan seluruh calon wakil gubernur yang diusulkan partai pengusung memiliki kualitas yang mumpuni untuk menjadi pendamping Ridwan Kamil.
Mereka merupakan kader terbaik partai yang juga bisa memenuhi harapan masyarakat.
Saan mengatakan panelis di konvensi pun harus memiliki integritas yang baik agar penilaiannya objektif.
Bahkan, Saan meminta agar penguji tidak memiliki afiliasi dengan salah satu partai.
"Yang benar-benar independen. Yang tidak terkait dengan partai apapun, supaya benar-benar clear. Jangan sampai ada yang meragukan independensinya," katanya.
Saan pun memastikan komposisi panelis masih dimungkinkan untuk berubah, tidak seperti yang diungkapkan Ridwan Kamil.
"Makanya kami mau bertemu Kang Emil juga, salah satunya untuk membicarakan komposisi panelis," katanya.
Huda mengatakan rencana konvensi ini merupakan ide Ridwan Kamil. Sebagai partai pengusung, pihaknya memberi keleluasaan kepada Ridwan Kamil terkait proses pemilihan calon wakil gubernur.
"Termasuk ketika dengan musyawarah konvensi ini, kita serahkan keputusannya ke Kang Emil," katanya. 
Berbeda dengan Huda dan Saan, Ade Munawaroh berharap Ridwan Kamil bisa segera memilih calon wakil gubernur tanpa melalui proses konvensi.
Menurut Ade, hanya Ridwan Kamil sendiri yang mengetahui sosok yang dibutuhkan untuk mengisi posisi wakilnya. 
"Saya berpikir, kenapa harus konvensi. Yang menentukan kan orangnya sendiri. Ibarat cari jodoh," katanya.
Disinggung mengenai pernyataan Ketua Umum PPP yang mengancam akan menarik dukungan jika Ridwan Kamil tak memilih kadernya sebagai calon wakil gubernur, Ade menyetujuinya.
"Yang jelas PPP sudah memasangkan kader (Uu Ruzhanul Ulum) dengan Ridwan Kamil. Kita akan mati-matian memperjuangkan kader sendiri," katanya. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help