TribunJabar/

Ketika Pelajar SMA di Purwakarta Berpidato, Kritisi Kasus Korupsi KTP Elektronik

"Betapa teganya para pejabat itu mengkorupsi anggaran KTP. KTP itu sebagai identitas kita sebagai warga negara,

Ketika Pelajar SMA di Purwakarta Berpidato, Kritisi Kasus Korupsi KTP Elektronik
Tribunjabar/Mega Nugraha
Lomba Pidato 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Puluhan pelajar SMA di Kabupaten Purwakarta mengikuti lomba pidato memperingati hari antikorupsi internasional 2017 di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Jalan Siliwangi Kamis (7/11/2017) siang.

Sejumlah siswa tampak berapi-api ‎saat berpidato soal korupsi. Paling terhangat, peserta juga mengungkit kasus dugaan korupsi KTP elektronik. Ia mengkritik para pejabat yang terlibat korupsi KTP elektronik.

Baca: Narkotika dalam Bentuk Makanan Ringan Diperjual Belikan di Medsos, Ini Penjelasan Kepala BBPOM!

"Betapa teganya para pejabat itu mengkorupsi anggaran KTP. KTP itu sebagai identitas kita sebagai warga negara, tapi dikorupsi oleh para pejabat sehingga kita kesulitan mendapat KTP," ujar ‎Hana Alpina (16) siswa SMA Negeri Plered.

Ia menitikberatkan agar korupsi diberangus siapapun pelakunya sehingga Indonesia bisa maju dan sejahtera dan uang negara termanfaatkan dengan baik.


"Korupsi KTP ini merusak warga negara karena menghalangi kita mendapat kartu identitas kependudukan," ujar Hana.

Hal senada dikatakan Fitri Solihh (15) dari SMA Negeri Wanayasa. Ia mengkritik perilaku korupsi di Indonesia yang membuat Indonesia tercemar di dunia internasional.

"Bikin malu banget, gara-gara pejabat korup, Indonesia jadi negara terkorup di dunia. Apalagi kemarin tuh kasus Setya Novanto (Setnov) korupsi KTP elektronik, sudah tahu tersangka tapi kok dia enggak sadar hukum," ujar Fitri.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help