TribunJabar/

Demi Pembangunan Karakter di Desa, Kementerian Ubah Komposisi Pemanfaatan Dana Desa

Anggara Dana Desa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah dimulai dari tiga tahun yang lalu.

Demi Pembangunan Karakter di Desa, Kementerian Ubah Komposisi Pemanfaatan Dana Desa
TRIBUN JABAR/Ferry Fadhlurrahman
Staf Khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Syaiful Huda saat mendatangi markas Komunitas Hong, Jalan Dago Pakar, Bandung, Kamis (7/12/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Anggara Dana Desa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah dimulai dari tiga tahun yang lalu. Setiap tahun anggaran pun selalu naik. Pada tahun 2017 dan 2018 anggaran akan tetap dengan jumlah Rp 60 Triliun.

Namun, akan ada beberapa perubahan dalam penggunaan Dana Desa tersebut. Diantaranya adalah perubahan komposisi penyerapan anggaran.

"Tiga tahun ini pelaksanaan UU Desa itu sangat infrastruktur karena ada target dari pemerintah. Kita ingin untuk melengkapi infrastruktur ini dengan gerakan kebudayaan dan kearifan lokal," ujar Staff Khusus Kementrian Desa, Syaiful Huda, di Bandung, Kamis (7/12/2017).

Baca: KPK Sebut Dana Hibah atau Bansos Berpotensi Dijadikan Alat Politik Petahana

Ia menggungkapkan mulai tahun depan sudah mulai merambat kepada pembangunan karakter seperti kebudayaan dan tradisi di desa-desa.

Dalam penyerapan anggaran pun yang awalnya komposisi pada tahun 2017 adalah 80 persen untuk infrastruktur dan 20 persennya lagi untuk karakter.


Maka diubah komposisinya menjadi 60 persen untuk infrastruktur dan 40 persen untuk pembentukan karakter desa dari total Rp 60 Triliun anggaran.

"Kita berharap 40-60, 40 persen pengembangan tradisi, ngomongin pemberdayaan, potensi komunitas desa dan ekonomi kreatif. 60 untuk infrastrukur," tambah Huda. (*)

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help