TribunJabar/

Gas 3 Kg Langka

Demi 'Si Melon' Warga Rela Antre di Pom Bensin Ini, Tabung Elpiji Kosong Disimpan Sejak Kemarin

Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kilogram juga terjadi di kawasan Arcamanik, Kota Bandung. Tak sedikit warga yang harus . . .

Demi 'Si Melon' Warga Rela Antre di Pom Bensin Ini, Tabung Elpiji Kosong Disimpan Sejak Kemarin
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Warga mengantre untuk mendapatkan gas elpiji tiga kilogram di Pom Bensin Cikadut, Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (6/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG -  Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 Kilogram juga terjadi di kawasan Arcamanik, Kota Bandung.

Tak sedikit warga yang harus bersabar untuk bisa mendapatkan 'si melon' sebutan untuk gas 3 Kilogram yang berwarna hijau itu.

Seperti yang terjadi di Pom Bensin Cikadut, Kawasan Arcamanik, Kota Bandung, untuk bisa mendapatkan gas itu warga harus menyimpan tabung gas kosong terlebih dahulu sehari sebelumnya.

Pantauan Tribun Jabar, Rabu (6/12/2017), antrean warga untuk membeli si melon itu terjadi di pom bensin tersebut.

Baca: Usianya Baru 1 Tahun, Arsya Sudah Mulai Kasih Kode Sampai Bikin Ashanty Teriak: Jangan Bilang. . .

Lara Astri (29), salah seorang warga Arcamanik  mengatakan sejak datang ke Pom Bensin tersebut sekira pukul 09.00, warga sudah banyak yang antre.

"Katanya sudah sejak pagi (warga) antre. Mereka (yang antre) simpan tabung gas kosongnya sejak kemarin malam," ujarnya kepada Tribun Jabar.

Pernyataan yang hampir sama dikatakan  Ilal JA (40), Warga Arcamanik, sebelum datang ikut mengantre ia sudah menyimpan tabung gas kosongnya sejak kemarin malam di pom bensin tersebut.


"Kalau yang antre sejak malam sih nggak ada. Paling cuma disimpan tabung gas kosongnya sejak kemarin malam buat menandai baris antrean, ada beberapa warga yang melakukan itu," katanya.

Siang itu sekira pukul 10.00 WIB, puluhan warga tampak mengatre dan berdesakkan.

Tak hanya berdesakkan, suara keluh kesah sejumlah warga juga terdengar.

Mereka mengeluhkan susahnya mendapatkan gas tiga Kilogram.

Di bawah terik matahari yang menimbulkan keringat bercucuran, warga tetap setia berada di posisi antreannya demi mendapatkan bahan bakar 'si melon'.  (*)

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help