TribunJabar/

Sebelum Anda ke Dokter, Inilah Gejala-gejala Difteri yang Bisa Dikenali

Sejak November 2017, kasus infeksi difteri di Jawa Barat mencapai 109 kasus dengan 13 orang di antaranya meninggal dunia.

Sebelum Anda ke Dokter, Inilah Gejala-gejala Difteri yang Bisa Dikenali
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Malang menyiapkan vaksin Tetanus-Diphtheria Toxoid (Td) untuk diberikan pada siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani, Jalan Kahuripan, Kota Malang, Senin (22/8/2016). Pemberian vaksin pada siswa ini untuk mecegah penularan penyakit Difteri yang telah menjangkiti enam siswa dan satu guru di sekolah tersebut. 

TRIBUNJABAR.CO.ID- Penyakit difteri yang menyerang anak-anak dan orang dewasa telah mewabah di berbagai wilayah Indonesia.

Sejak November 2017, kasus infeksi difteri di Jawa Barat mencapai 109 kasus dengan 13 orang di antaranya meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan pun telah menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit.

Difteri termasuk penyakit menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa anak-anak maupun orang dewasa.

Jangan khawatir Moms, gejala-gejala difteri bisa dikenali, kok

Dilansir dari nhs.uk, difteri bisa diketahui pada suhu tinggi 38⁰ C atau lebih.

Tanda-tandanya juga dapat dilihat jika terdapat selaput keabu-abuan yang menutupi bagian belakang tenggorokan.

Baca: Ada Tol Soroja, Pemain Persib Bandung Sebut Tenaga Tak Lagi Terkuras Selama Perjalanan

Selain itu, si kecil juga akan merasakan panas dingin, sakit tenggorokan, suara serak, batuk, sakit kepala, hingga kesulitan saat menelan.

Pada gejala yang lebih mengkhawatirkan adalah kesulitan bernafas, pembengkakan kelenjar di leher, hidung mimisan, wajah pucat dan kulit membiru.

Gejala difteri biasanya berkembang mulai 2-7 hari setelah seseorang terinfeksi.

Namun, penyakit difteri ini dapat dicegah melalui vaksinasi sejak si kecil berumur dua bulan, empat bulan dan enam bulan, dengan interval waktu tertentu.

Jika telah menemukan gejala-gejala di atas pada tubuh si kecil atau tubuh Moms, maka segeralah periksa ke dokter. (Fairiza Insani/Nakita.id)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help