TribunJabar/

Dokter RSHS Bandung Imbau Anak Agar Diimunisasi Difteri Selengkap Mungkin

Imunisasi merupakan hasil temuan manusia yang hebat yang dapat mencegah penyakit berat penyebab kematian.

Dokter RSHS Bandung Imbau Anak Agar Diimunisasi Difteri Selengkap Mungkin
TRIBUNJABAR.CO.ID/YONGKI YULIUS
Kepala Staf Kedokteran Anak RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) Bandung, Dr Djatnika Setiabudi, dr Sp A(K) (tengah) dan Staf SMF Kedokteran Anak RSHS Bandung, Dr Anggraeni Alam, dr Sp A(K) (kanan), saat lakukan sosialisasi penyakit difteri di Studio Cendana RSHS Bandung, Selasa (5/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kepala Staf Kedokteran Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dr Djatnika Setiabudi dr Sp A(K), imbau orang tua agar melakukan imunisasi Difteri pada anaknya selengkap mungkin.

"Harus diimunisasi Td (Tetanus difteri) selengkap mungkin. Yang belum lengkap, dilengkapi. Apalagi yang belum pernah, bisa dijadwalkan. Boleh kita semua dokter anak ada jadwal imunisasi," ujar Djatnika, Selasa (5/12/2017) di Studio Cendana RSHS Bandung.

Imunisasi bagi anak, lanjutnya, tak ada kata terlambat berapa pun umur anaknya.

Hal senada juga dikatakan Staf SMF Kedokteran Anak RSHS Bandung, Dr Anggraeni Alam dr Sp A(K).

Menurutnya, imunisasi merupakan hasil temuan manusia yang hebat yang dapat mencegah penyakit berat penyebab kematian.


"Semua imunisasi, terutama imunisasi dasar. Itu adalah untuk mencegah penyakit berat yang menimbulkan kematian. Kalau sudah difteri mau gimana lagi? Tapi kalau bisa mencegahnya, tentu ini akan membuat masyarakat terutama anak jadi sehat. Harus diingat difteri ini menyerang semua umur, bahkan dewasa," katanya.

Sebagai informasi, difteri merupakan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit.

Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa baik anak-anak maupun orang dewasa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jabar dari laman Alodokter, imunisasi difteri pada anak-anak diberikan sebanyak lima kali sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun.

Tiga pemberian pertama pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian yang ke-4 adalah pada usia 18-24 bulan dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun.

Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan booster TD (imunisasi ulang Tetanus Difteri) tiap 10 tahun.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help