Hukum

Pekan Depan, KPPU Segera Putuskan Tentang Kasus Monopoli PT TI dan PT BAP

KASUS yang tengah mengemuka ini yang dilakukan oleh PT Tirta Investama (produsen Aqua) dan PT Balina...

Pekan Depan, KPPU Segera Putuskan Tentang Kasus Monopoli PT TI dan PT BAP
DOKUMENTASI TRIBUN LAMPUNG
Illustrasi. 

TRIBUN JABAR.CO.ID, JAKARTA- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) jika tak ada halangan segera memutuskan tentang monopoli dan persaingan tidak sehat pada pekan depan.

Kasus yang tengah mengemuka ini yang dilakukan oleh PT Tirta Investama (produsen Aqua) dan PT Balina Agung Perkasa (distributor Aqua) terhadap PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale).

Keputusan tersebut, berdasar nomor 22/KPPU-I/2016 yaitu pelanggaran pasal 15 ayat 3 huruf b dan pasal 19 huruf a dan b Undang Undang No 5 tahun 1999.

Arnold Sihombing, Ketua Tim Investigator KPPU dalam rilis yang diterima Tribun, Senin (4/12/2017), mengatakan bahwa kesimpulan Tim Investigator KPPU menyatakan PT TI dan PT BAP bersalah bukan tanpa alasan.

Menurutnya, banyak bukti yang telah ditemukan. Salah satunya, selama ini PT TI dan PT BAP memberlakukan sistem penjualan dari distributor ke pedagang itu dengan cara jual putus.

“Pedagang ini mendapatkan produk Aqua dengan sistem beli-putus. Nah, seharusnya dengan sistem ini sudah tak ada ikatan lagi para pedagang dengan PT TI selaku produsen dan PT BAP selaku distributor. Untuk apalagi mereka mengatur dagangan pedagang kalau sistem yang mereka berlakukan adalah jual-putus?” kata Arnold Sihombing.

Soal bukti bahwa hanya toko Chunchun yang diintimidasi itu tidak benar. Banyak toko yang mengaku diintimidasi.

Disebutkan Arnold, mungkin PT TI dan PT BAP merasa hanya toko Chun Chun yang menjadi korbannya, tapi setelah KPPU lakukan investigasi, masih banyak pedagang lain.

"Mereka sangat berharap diberi kebebasan untuk jual produk apa pun,” ungkap Arnold Sihombing, Senin (4/12/2017).

Dari penulusurannya di lapangan, ditemukan banyak pedagang lain yang menjadi korban.

Halaman
12
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help