TribunJabar/

Hati-hati, Susah Tidur Bikin ‘Lemot’. Berikut 8 Cara Mengatasinya

Gangguan tidur bisa juga akibat penyakit, misalnya yang paling banyak adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau mengorok.

Hati-hati, Susah Tidur Bikin ‘Lemot’. Berikut 8 Cara Mengatasinya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.CO.ID– Gangguan pada tidur sering disebut insomnia. Ini mencakup kesulitan baik memulai tidur maupun kesulitan dalam mempertahankan kualitas tidur yang baik.

Gangguan tidur ini bisa terjadi sebagai akibat gangguan non-organik yaitu gangguan yang bukan disebabkan penyakit, seperti kebiasaan buruk yang biasa dilakukan: minum kopi terlalu banyak dan bergadang atau kerja malam.

Gangguan tidur bisa juga akibat penyakit, misalnya yang paling banyak adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau mengorok.

OSA artinya terjadi hambatan penghantaran oksigen yang bisa menyebabkan otak dalam keadaan hipoksia atau kekurangan oksigen.

Kondisi ini bisa membuat penderitanya menjadi terbangun untuk bernapas normal kembali.


Penyebab lain yang tersering adalah adanya gangguan hormonal. Misalnya tingginya kadar hormon tiroid atau kerap disebut sebagai hipertiroidisme.

Penyebab lain gangguan tidur adalah karena kondisi mental yang tidak kalah penting, yakni stres dan depresi.

Insomnia pun terbagi menjadi tiga macam. Transien, bila terjadi kurang dari satu minggu disertai dengan adanya gangguan mental seperti stres.

Akut, bila terjadi gangguan tidur kurang dari satu bulan. Terakhir, insomnia kronis, bila terjadi lebih dari satu bulan.

Halaman
1234
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help