I Gusti Ngurah Rai Ditutup - Refund Tiket Sempat Dipotong 10 Persen, Ini Penjelasan Lion Air

Penutupan sementara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai membuat penerbangan dari dan ke Denpasar ditutup sementara.

I Gusti Ngurah Rai Ditutup - Refund Tiket Sempat Dipotong 10 Persen, Ini Penjelasan Lion Air
ISTIMEWA
Calon penumpang yang sedang melakukan refund di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung, Senin (27/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Penutupan sementara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai membuat penerbangan dari dan ke Denpasar ditutup sementara.

Penutupan ini berimbas pada calon penumpang yang terpaksa tidak dapat berangkat.

Mereka diberi pilihan melakukan refund atau pembatalan maupun reschedule.

Baca: Jelang Akhir Tahun, BBPOM Bandung Awasi Obat Oplosan

Manager Area Lion Air Bandung, Idris Afandi mengatakan, penumpang yang melakukan refund sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 pada Pasal 10 ayat 3 disebutkan Penumpang dapat meminta pengembalian biaya jasa angkutan udara (refund ticket) dalam hal terjadi force major sebesar harga tiket yang dibeli oleh penumpang dengan ketentuan:

a. Untuk penerbangan dengan kelompok pelayanan full service, dilakukan pemotongan biaya administrasi sebesar 20% (dua puluh perseratus);

b. Untuk penerbangan dengan kelompok pelayanan medium service, dilakukan pemotongan biaya administrasi sebesar 15% (lima belas perseratus); dan

c. Untuk penerbangan dengan kelompok pelayanan no-frills, dilakukan pemotongan biaya administrasi sebesar 10% (sepuluh perseratus).

“Hal itu lah yang menjadi acuan terhadap perusahaan penerbangan dalam pelaksanaan refund tiket pada kondisi force major. Namun sesuai dengan perkembangan dan anjuran dari pemerintah, per hari ini Selasa, (28/11) manajemen Lion Air Group sudah memutuskan untuk mengembalikan 100% nilai pembelian tiket yang dilakukan oleh pelanggan yang ingin membatalkan tiket penerbangannya,” katanya, Rabu (29/11/2017).

Kebijakan tersebut diberlakukan tentunya untuk memberikan pelayanan lebih dan kemudahan bagi para pelanggan yang terkena dampak dari pembatalan penerbangan dari dan menuju Denpasar, Bali.

Pihaknya berharap para pelanggan juga dapat mengerti atas kondisi dan situasi yang terjadi sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dalam pelayanan penerbangan.

"Kami akan terus berusaha secara maksimal untuk melayani dan melakukan penanganan terhadap para pelanggan yang ingin menggunakan opsi penjadwalan ulang penerbangan (reschedule), ataupun pembatalan penggunaan tiket (refund)”, katanya. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved