Selain Longsor di Malangbong, Stasiun Cipeundeuy Juga Tergenang Air Setinggi 50cm

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman, menuturkan empat unit bus disediakan untuk mengangkut penumpang tujuan Bandung.

Selain Longsor di Malangbong, Stasiun Cipeundeuy Juga Tergenang Air Setinggi 50cm
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Alat berat membersihkan tumpukan tanah yang menutup jalur Kereta Api di Kampung Cikadongdong, Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kamis (23/11/2017). Akibat longsor yang menutup rel di jalur selatan tersebut, Kereta Api arah ke timur dialihkan menuju jalur utara. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Sebanyak 184 penumpang Argo Wilis dari Surabaya menuju Bandung dipindahkan menggunakan bus dari Stasiun Cipeundeuy pada Rabu (22/11).

Pengalihan dilakukan sejak pukul 23.00 karena kereta tak bisa melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman, menuturkan empat unit bus disediakan untuk mengangkut penumpang tujuan Bandung.

Pasalnya para penumpang sudah tertahan selama empat jam di Stasiun Cipeundeuy.


"Biar mereka cepat sampai jadi dipindakan. Seharusnya sampai di Bandung sekitar pukul 19.00. Tapi karena tertahan longsor jadi tertunda," kata Suherman di Stasiun Cipeundeuy, Rabu (22/11)

Kepala Stasiun Cipeundeuy, Dede Sulaiman mengaku jika Rabu sore kondisi stasiun terendam banjir setinggi 50 sentimeter.

Kereta pun tak bisa melintas karena jalur kereta tertutup air.

"Perbaikan jalur yang tertutup longsor masih dilakukan. Penumpang pun dialihkan ke bus agar lebih cepat sampai," kata Dede.

Halaman
123
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved