Dosen Ekonomi Unpad Ini Sebut Utang Negara Membengkak, Tapi Masih Aman

Utang negara dalam dua tahun Pemerintahan Jokowi tumbuh lebih besar, dengan tambahan utang 2015-2016 adalah sebesar Rp 1.160 triliun.

Dosen Ekonomi Unpad Ini Sebut Utang Negara Membengkak, Tapi Masih Aman
shutterstock
Ilustrasi menghitung utang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Utang negara dalam dua tahun Pemerintahan Jokowi tumbuh lebih besar, dengan tambahan utang 2015-2016 adalah sebesar Rp 1.160 triliun.

Jumlah ini jauh lebih besar dibanding empat tahun masa pemerintahan sebelumnya dengan tambahan utang 2012-2014 mencapai Rp 609,5 triliun.

Hal itu dikatakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Kodrat Wibowo, dalam Forum Ekonomi Kementerian Keuangan yang digelar oleh Kakanwil DJKN Provinsi Jabar, di Trans Hotel, Kamis (23/11/2017).

Menurut Kodrat, per April 2017, utang Indonesia mencapai Rp 3,667,41 triliun yang artinya sudah lewat 30% dari PDB.

Baca: Malabar Jadi Kereta Pertama yang Lintasi Titik Longsor di Garut

Sebagian kalangan, kata Kodrat, menilai bahwa negara dalam kondisi gawat darurat uutang karena rawan bakal tidak mampu bayar utang jatuh tempo.

Kodrat berpendapat bahwa Utang Publik Mayoritas merupakan Utang Domestik (88%) dalam bentuk Nilai Rupiah (57,4%). Hal ini dinilai relatif aman dari resiko ketergantungan pada pihak asing dan dampak krisis global.

“Posisi kita dengan angka 28 persen jauh lebih aman dibandingkan negara-negara lain terutama Jepang yang mencapai 239 persen. Kita lebih aman dibanding Vietnam yang mencapai 62 persen, Malaysia 56 persen, Thailand 42 persen, dan Filipina 34 persen“ kata Kodrat.


Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help