TribunJabar/
Home »

Garut

Banjir Bandang Garut, Presiden Jokowi Perintahkan Menteri LH Kawal Kasus Hukumnya

"Kemarin Dirjen Gakum (penegakan hukum) terus berinteraksi ke polda. Nanti saya coba tanya lagi (penanganan hukum hulu Cimanuk)," ujar Siti

Banjir Bandang Garut, Presiden Jokowi Perintahkan Menteri LH Kawal Kasus Hukumnya
TRIBUN JABAR / DENI DENASWARA
TERGULING -- Sebuah kendaraan mobil kondisinya terguling dengan terlumuri lumpur akibat banjir bandang di Kampung Sukapadang, Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut, Rabu (21/9/2016). Ratusan rumah hancur dan fasilitas umum mengalami rusak, dan sedikitnya 20 orang meninggal dunia. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) masih belum mengetahui kelanjutan proses hukum pascabencana banjir bandang Cimanuk pada September 2016.

Meski begitu, KemenLH terus memantau penanganan hukum yang langsung diperintahkan Presiden Joko Widodo.

Menteri LH, Siti Nurbaya, mengatakan masih belum mendapat kabar terbaru terkait penanganan hukum. Sebelumnya, Polda Jabar juga telah menetapkan sejumlah pengusaha di Darajat sebagai tersangka kasus perusakan lingkungan.

"Kemarin Dirjen Gakum (penegakan hukum) terus berinteraksi ke polda. Nanti saya coba tanya lagi (penanganan hukum hulu Cimanuk)," ujar Siti usai launching Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk di Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi, Garut, Rabu (22/11).

Penanganan DAS Cimanuk selain dari sisi hukum, lanjutnya, juga dengan rehabilitasi kawasan DAS. Menurutnya di kawasan Cimanuk pihaknya merehabilitasi sekitar 5.300 hektare lahan.

"Selain di Cimanuk kami juga merehabilitasi kawasan Citarum sekitar 8.000 hektare," ucapnya.

Saat meninjau bencana banjir pada tahun lalu, Siti menyebut dari hasil analisis ada dua faktor penyebab banjir bandang, yakni faktor alam dan manusia. Kawasan terdampak banjir bandang seluas 59.970 hektare dan merupakan bagian dari sub DAS Cimanuk.

"Hasil kajian kami, yakni pembuatan bangunan konservasi tanah dan air. Khususnya di kawasan hulu atau penyebab langsung banjir seluas 9.400 hektare," katanya.

Pascabencana di Garut, Siti mengaku jika pemerintah melakukan penanganan khusus. Presiden dan Wakil Presiden pun memberikan perintah khusus. Ia pun mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman.

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help