TribunJabar/

Harga Properti Residensial di Bandung Naik 5,20 Persen, Ini Alasannya

Survei Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial (lHPR) pada triwulan Ill-2017 . . .

Harga Properti Residensial di Bandung Naik 5,20 Persen, Ini Alasannya
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI: Pengunjung mendapat penjelasan harga dan kredit kepemilikan rumah di stan Bumi Parahyangan Cimahi pada Housing & Furniture Expo 2016 di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (19/5/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG - Survei Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial (lHPR) pada triwulan Ill-2017 tumbuh 5, 20% (yoy) atau berada pada level 258, 91, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 253, 28.

"Naiknya harga bahan bangunan menjadi alasan utama meningkatnya IHPR, disamping kenaikan upah pekerja dan biaya perizinan," kata Kepala Bank Indonesia Provinsi Jawa Barar, Wiwiek Sisto Widayat di KPwBI Jabar, Jumat (17/11/2017).

Baca: Ridwan Kamil dan Fatih Seferagic, Jadi Rebutan Jemaah untuk Swafoto di Masjid Agung Bandung

Dilihat dari perkembangan penjualan properti residensial, pada Triwulan II-2017 volume penjualan properti ini mencapai 966 unit, sementara penjualan pada triwulan III-2017 hanya mencapai 334 unit atau menurun -65,42% (qtq).


Bangunan residensial adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal atau hunian. Bangunan yang termasuk tipe residensial ini adalah rumah atau perumahan, rumah susun, apartemen, kondominium, dan villa. Rumah merupakan bangunan residensial yang masih sangat populer di Indonesia. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help